Herman Deru Soroti Dampak Asap Karhutla, ISPU Jadi Acuan Kebijakan Pendidikan

berita kita new
3 Min Read

Palembang, beritakitanew.com – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, satgas, dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumsel Tahun 2026 di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Selasa (15/9/2026).

Herman Deru mengatakan, kerja keras seluruh satuan tugas (satgas) pemadaman Karhutla di lapangan telah menunjukkan hasil yang positif. Menurutnya, keberhasilan penanganan Karhutla tidak hanya bergantung pada operasi pemadaman melalui udara, tetapi juga sangat ditentukan oleh kekuatan satgas darat dan partisipasi masyarakat.

“Alhamdulillah, kerja keras seluruh satgas pemadaman sudah optimal dan hasilnya sudah terlihat. Kontribusi water bombing hanya sekitar 10 persen, artinya kontribusi masyarakat dan satgas darat sangat berperan dalam penanganan Karhutla ini,” ujar Herman Deru.

Ia menilai perhatian Pemerintah Pusat terhadap kondisi Karhutla di Sumsel juga menjadi bentuk dukungan sekaligus penguatan koordinasi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Hari ini kita mendapat perhatian khusus dengan kedatangan Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB. Ini menunjukkan bahwa penanganan Karhutla menjadi perhatian bersama,” katanya.

Herman Deru juga menyoroti kondisi geografis Sumatera Selatan yang relatif rendah sehingga asap akibat Karhutla dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Salah satu sektor yang turut terdampak adalah dunia pendidikan.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah mencermati indikator kualitas udara atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan kebijakan, termasuk kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kondisi udara tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar tatap muka.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya konsolidasi dan integrasi data dalam upaya penanggulangan Karhutla.

Menurutnya, data yang terintegrasi akan membantu pemerintah dalam menyusun langkah penanganan secara lebih terarah, mulai dari menentukan wilayah prioritas hingga mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan.

“Pengelolaan data yang terintegrasi akan membantu pemerintah dalam mengorganisasikan penanganan secara lebih baik, termasuk dalam menentukan prioritas dan mengalokasikan sumber daya secara tepat,” ujar Raja Juli Antoni.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Suharyanto turut mengapresiasi kinerja Satgas Karhutla Sumsel yang dinilai telah bekerja maksimal dalam menangani kebakaran di sejumlah wilayah.

“Keberhasilan memadamkan sekitar 404,22 hektare lahan merupakan capaian luar biasa. Meski demikian, kontribusi satgas darat tetap perlu terus dioptimalkan,” kata Suharyanto.

Rakor tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, BPBD, satgas, serta seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi Karhutla di Sumatera Selatan. (vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *