129 Lokasi Masuk Program Lisdes 2026, PLN Siapkan Jaringan Listrik hingga Pelosok Sumsel

berita kita new
6 Min Read

Palembang, beritakitanew.com – Upaya memperluas akses listrik hingga ke desa dan dusun yang belum terjangkau di Sumatera Selatan terus dilakukan. PT PLN (Persero) bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kementerian/lembaga terkait, serta pemerintah daerah melakukan sinkronisasi data, kesiapan lahan, dan penyelesaian perizinan sebagai bagian dari persiapan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2026–2029.

Sinkronisasi tersebut dilakukan melalui kegiatan “Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan dari Pemerintah Daerah dan Fasilitasi Penyiapan Lahan serta Penyelesaian Perizinan” yang berlangsung di Kantor PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Palembang.

Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI itu menjadi forum bersama untuk menyelaraskan usulan desa dan dusun yang belum berlistrik, memastikan kesiapan lahan, serta memetakan penyelesaian perizinan, khususnya pada jalur kelistrikan yang berada di dalam atau melintasi kawasan hutan maupun area penggunaan lainnya.

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI, Andriah Feby Misna, S.T., M.T., M.Sc., mengatakan sinkronisasi diperlukan agar setiap lokasi yang diusulkan memiliki data lengkap, akurat, dan terverifikasi sehingga dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan.

“Program Listrik Perdesaan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat penyediaan akses tenaga listrik secara merata, khususnya bagi masyarakat di wilayah perdesaan, terpencil, dan belum berlistrik. Karena itu, kita perlu memastikan setiap lokasi telah memenuhi berbagai prasyarat untuk dapat dibangun, terutama kesiapan lahan dan penyelesaian perizinan,” ujar Andriah.

Berdasarkan pemutakhiran data yang disampaikan PLN, terdapat 129 lokasi Program Lisdes 2026 di Sumatera Selatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 98 lokasi dinyatakan siap untuk segera dilaksanakan, dengan target penyelesaian hingga akhir 2026 dan kuartal pertama 2027.

Untuk mendukung elektrifikasi di 98 lokasi tersebut, PLN merencanakan pembangunan jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 141,18 kilometer sirkuit, jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 193,94 kilometer sirkuit, serta pembangunan gardu distribusi dengan total kapasitas 5.450 kVA.

Andriah menegaskan, penyelesaian persoalan lahan dan perizinan harus berjalan beriringan dengan kesiapan teknis. Sebab, keterlambatan pada aspek tersebut dapat berdampak terhadap jadwal pembangunan di lapangan.

“Kami berharap forum ini tidak berhenti pada sinkronisasi data saja. Kita perlu memastikan status setiap lokasi, status lahannya, status perizinannya, dokumen yang masih diperlukan, pihak yang bertanggung jawab, serta target waktu penyelesaiannya. Dengan begitu, setelah kegiatan ini kita memiliki langkah konkret yang harus segera dilakukan oleh masing-masing pihak,” katanya.

Sementara itu, General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan keberhasilan Program Lisdes tidak hanya bergantung pada pembangunan jaringan listrik, tetapi juga kesiapan berbagai unsur pendukung sebelum pekerjaan dimulai.

“Bagi kami, listrik bukan sekadar jaringan dan tiang. Ketika listrik hadir, masyarakat memperoleh akses yang lebih luas terhadap pendidikan, kesehatan, informasi, kegiatan produktif, hingga peluang mengembangkan usaha. Karena itu, setiap lokasi perlu kita siapkan bersama agar pembangunan dapat berjalan tepat sasaran dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Diksi.

Dalam proses pemetaan, PLN menemukan sejumlah kondisi yang membutuhkan penanganan khusus. Di antaranya akses jalan yang belum dapat dilalui kendaraan pengangkut material, lokasi yang berada di wilayah perairan, persoalan tanam tumbuh, hingga rencana jaringan yang melintasi kawasan hutan produksi maupun hutan lindung.

Selain itu, terdapat sejumlah lokasi yang masih membutuhkan penyesuaian program dan verifikasi bersama sebelum dapat ditindaklanjuti.

Menurut Diksi, pemetaan tersebut diperlukan agar setiap kendala memiliki langkah penyelesaian, pihak yang bertanggung jawab, serta target tindak lanjut yang jelas.

“PLN telah menyiapkan perencanaan teknis dan langkah pelaksanaannya. Namun, karakter setiap lokasi berbeda. Ada yang membutuhkan kepastian lahan, pembukaan akses mobilisasi material, penyelesaian tanam tumbuh, hingga perizinan kawasan hutan. Inilah yang perlu kita selesaikan bersama agar pekerjaan di lapangan nantinya bisa berjalan lebih cepat, aman, dan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam pemutakhiran dan validasi data calon lokasi, memastikan status serta pemanfaatan lahan, mendukung akses menuju lokasi pembangunan, menyelesaikan persoalan sosial maupun tanam tumbuh, serta memfasilitasi dokumen perizinan sesuai kewenangan masing-masing.

Tidak hanya mengandalkan perluasan jaringan listrik, PLN juga menyiapkan alternatif elektrifikasi bagi daerah yang secara geografis sulit dijangkau jaringan eksisting.

Di Sumatera Selatan, PLN merencanakan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 14 lokasi untuk mendukung Program Lisdes.

Melalui kegiatan sinkronisasi tersebut, PLN bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga memetakan langkah tindak lanjut untuk setiap lokasi, mulai dari validasi data, pemenuhan kesiapan lahan, penyelesaian perizinan, hingga pemantauan progres secara berkala.

Diksi menegaskan koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar berbagai hambatan dapat diselesaikan sebelum memasuki tahap konstruksi.

“Kami ingin forum ini menghasilkan langkah nyata untuk setiap lokasi, bukan hanya menyamakan data. PLN siap berkolaborasi dan terus terbuka terhadap usulan desa maupun dusun yang masih membutuhkan akses listrik. Dengan peran yang jelas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, dan masyarakat, kami optimistis pemerataan kelistrikan di Sumatera Selatan dapat terus dipercepat,” pungkasnya.

Sinergi antara PLN, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan Program Lisdes 2026–2029, sehingga pembangunan infrastruktur kelistrikan di Sumatera Selatan berjalan tepat sasaran, memenuhi ketentuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat hingga ke wilayah perdesaan dan pelosok. (Ril/vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *