Ratu Dewa Berang, Usir Staf PPPK yang Wakili Kepala OPD Saat Rapat Antisipasi Banjir

berita kita new
4 Min Read

Palembang, beritakitanew.com –  Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., berang saat memimpin rapat koordinasi antisipasi genangan menghadapi musim hujan. Kekecewaan itu muncul setelah mengetahui salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) hanya mengutus staf PPPK sebagai perwakilan dalam rapat yang membahas kesiapan penanganan banjir.

Rapat tersebut sejatinya dijadwalkan dipimpin oleh Asisten Pemerintah Kota Palembang. Namun, Ratu Dewa secara mendadak hadir dan mengambil alih pimpinan rapat untuk memastikan langsung kesiapan jajaran terkait menghadapi musim penghujan yang diperkirakan mulai memasuki puncaknya pada Oktober mendatang.

“Sebenarnya hari ini yang memimpin rapat adalah Pak Asisten, tetapi saya mendadak mau cek langsung karena ini saya anggap cukup vital, apalagi di bulan 10 kita akan memasuki musim penghujan,” ujar Ratu Dewa usai memimpin rapat koordinasi penanganan banjir.

Dalam rapat tersebut, Pemkot Palembang memfokuskan pembahasan pada pemetaan serta pemeriksaan ulang atau check and recheck terhadap titik-titik yang selama ini rawan mengalami genangan.

Ratu Dewa menyebut terdapat sedikitnya 12 titik genangan yang menjadi perhatian utama di sejumlah ruas jalan protokol. Selain itu, masih terdapat 28 titik lainnya yang juga perlu mendapat penanganan.

“Kita fokus konsentrasi dulu pada 12 titik genangan air yang ada di jalan-jalan protokol, walaupun di samping itu ada 28 titik lainnya. Saya ingin memetakan betul penanganan jangka pendek, menengah, dan panjangnya seperti apa,” jelasnya.

Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian di antaranya kawasan Jalan Angkatan 45, depan Damri, Jalan A. Rivai, depan Khadijah, depan DA, kawasan Asrama Haji, Kembang Iwak, SMK 2, Jalan Mayor Salim Batubara hingga Dharma Agung.

Menurut Ratu Dewa, persoalan genangan di sejumlah lokasi tidak hanya disebabkan oleh curah hujan, tetapi juga dipengaruhi kondisi infrastruktur dan sistem drainase.

Beberapa kendala yang ditemukan di lapangan antara lain terdapat jalan nasional yang amblas, cross drain yang terputus, serta adanya penyempitan saluran drainase.

Untuk mengantisipasi genangan di titik-titik krusial, Pemkot Palembang akan menyiagakan pompa portabel. Pemkot juga akan meningkatkan koordinasi dengan Balai Sungai serta Balai Jalan Nasional untuk menangani persoalan yang menjadi kewenangan masing-masing.

Di sisi lain, Ratu Dewa menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air. Menurutnya, persoalan sampah yang menyumbat drainase tidak mungkin diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas pemerintah.

“Masalah sampah ini tidak bisa hanya mengandalkan petugas PU saja. Saya minta camat dan lurah menggerakkan warga. Gotong royong harus digalakkan agar saluran di 114 anak sungai bisa kita atasi bersama,” tegasnya.

Ratu Dewa Tegur Perwakilan OPD

Suasana rapat sempat memanas ketika Ratu Dewa mengetahui adanya pimpinan OPD yang tidak hadir secara langsung dan hanya mengutus perwakilan.

Kekecewaan Ratu Dewa semakin terlihat ketika perwakilan yang hadir dinilai tidak menguasai data teknis mengenai kondisi wilayah yang menjadi tanggung jawab OPD tersebut.

Ratu Dewa kemudian meminta peserta tersebut meninggalkan ruang rapat. Sikap tegas itu menjadi perhatian peserta rapat lainnya.

Menurut Ratu Dewa, rapat koordinasi mengenai penanganan banjir bukan sekadar agenda rutin. Forum tersebut berkaitan langsung dengan kesiapan pemerintah dalam melindungi fasilitas publik serta keselamatan masyarakat ketika curah hujan tinggi terjadi.

Ia menegaskan, seluruh kepala OPD yang memiliki tanggung jawab terkait penanganan genangan harus hadir dan memahami kondisi di lapangan, termasuk menguasai data serta langkah penanganan yang akan dilakukan.

“Kita ingin semua OPD serius. Ini menyangkut kepentingan masyarakat, fasilitas publik dan keselamatan warga. Jangan sampai ketika terjadi banjir baru kita sibuk mencari solusi,” tegasnya.

Rapat tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah Pemkot Palembang melakukan persiapan lebih awal menghadapi musim hujan, dengan mengidentifikasi persoalan di setiap titik rawan dan menentukan langkah penanganan mulai dari jangka pendek, menengah hingga jangka panjang.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *