Palembang, beritakitanew.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memperkuat langkah penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta dampak kabut asap yang semakin intens di tengah fenomena El Nino.
Langkah tersebut ditegaskan Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa (1/9/2026) pagi.
Dalam rapat tersebut, Ratu Dewa meminta seluruh OPD memaparkan langkah percepatan penanganan Karhutla, sekaligus memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, luas lahan yang terbakar di wilayah Kota Palembang telah mencapai sekitar 185 hektare dan tersebar di sejumlah lokasi.
Sementara itu, lahan yang mengalami kekeringan tercatat sekitar 277 hektare. Kondisi tersebut tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Gandus, Kertapati, Sematang Borang dan wilayah lainnya.
Ratu Dewa meminta tim di lapangan segera bergerak melakukan pemantauan dan mengantisipasi titik-titik yang berpotensi terjadi kebakaran, termasuk menyiapkan langkah penyemprotan apabila diperlukan.
Ia juga menekankan pentingnya pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Menurutnya, keberadaan tim tersebut diperlukan agar setiap kejadian dapat ditangani lebih cepat, terkoordinasi dan tepat sasaran.
“Tim untuk turun ke lapangan, termasuk antisipasi penyemprotan di titik-titik yang berpotensi,” tegasnya.
Dampak Kabut Asap Mulai Terasa
Selain ancaman Karhutla, dampak kabut asap juga mulai dirasakan masyarakat, terutama pada sektor kesehatan.
Ratu Dewa mengatakan, terjadi peningkatan jumlah pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang mendapatkan pelayanan di 30 rumah sakit dan puskesmas di Kota Palembang.
Meski demikian, berdasarkan pemantauan melalui kurva mingguan maupun harian, kasus ISPA mulai menunjukkan tren penurunan.
“Memang ada peningkatan, tetapi berdasarkan data kurva mingguan dan harian, kasusnya mulai menunjukkan penurunan,” ujarnya.
Pemkot Palembang juga terus menangani persoalan kekurangan air bersih yang terjadi di sejumlah wilayah. Saat ini, distribusi air bersih dilakukan di Kecamatan Seberang Ulu dan Sukarami dengan jumlah sekitar 64 tangki per hari.
Pemkot Palembang juga telah menerima penawaran bantuan armada tangki air dari jajaran TNI, termasuk Dandim dan Danlanud, untuk memperkuat distribusi air bersih kepada masyarakat.
Masyarakat Diminta Waspada
Ratu Dewa mengimbau masyarakat Palembang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering.
Ia meminta masyarakat tidak menyepelekan sumber api sekecil apa pun karena dapat dengan cepat berkembang dan menimbulkan kebakaran yang lebih besar.
“Hal sekecil apa pun, hati-hati dengan api. Api kecil apa pun bisa jadi buas,” tegas Ratu Dewa.
Terkait kondisi kualitas udara, Ratu Dewa menyebut Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Palembang pada Selasa (1/9/2026) menunjukkan penurunan.
Namun, ia mengakui kondisi kualitas udara di Palembang turut dipengaruhi asap dari kebakaran yang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota lain di Sumatera Selatan.
Untuk memperkuat penanganan, Pemkot Palembang menggandeng TNI, Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Seluruh unsur diminta segera melakukan rekapitulasi titik-titik rawan Karhutla serta menyusun usulan bantuan yang diperlukan, baik melalui dukungan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Sejumlah kebijakan antisipasi juga telah disiapkan apabila kondisi kabut asap semakin memburuk. Di antaranya penyesuaian kegiatan sekolah serta pembatasan kegiatan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN).
“Kita monitor terus di lapangan agar selalu bisa mengantisipasi,” kata Ratu Dewa.
Rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi sebelumnya bersama kepala desa dan Gubernur Sumatera Selatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh upaya penanganan Karhutla, kabut asap, serta dampaknya terhadap masyarakat dapat berjalan cepat, terukur dan terkoordinasi. (vie)

