Palembang, beritakitanew.com — Kemarau panjang yang melanda Kota Palembang di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian bersama. Di tengah kondisi tersebut, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus bermunajat agar hujan segera turun.
Ajakan tersebut disampaikan Ratu Dewa saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam 1488 H bersama masyarakat Kelurahan Lebong Gajah, Kecamatan Sematang Borang, dan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Jalan Musi Raya, Selasa malam (8/9/2026).
Peringatan Maulid Nabi tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi serta memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat.
Dalam kegiatan itu, Ratu Dewa bersama Habib Amak Shahab dan masyarakat turut bermunajat kepada Allah SWT agar Kota Palembang segera mendapatkan hujan setelah cukup lama dilanda kemarau.
“Pada acara ini, kita bersama Habib Amak Shahab telah bermunajat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar diturunkan hujan, mengingat sudah lama hujan tidak turun,” ujar Ratu Dewa.
Selain mendoakan turunnya hujan, masyarakat juga turut mendoakan saudara-saudara yang tengah mengalami musibah akibat letusan Gunung Anak Krakatau agar diberikan ketabahan, kesabaran, serta kekuatan dalam menghadapi cobaan.
Menurut Ratu Dewa, kondisi kemarau panjang saat ini turut diperparah dengan persoalan asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, upaya menjaga lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam menangani persoalan lingkungan. Peran aktif masyarakat, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan sangat dibutuhkan untuk mencegah kerusakan lingkungan dan mengantisipasi terjadinya karhutla.
“Mari kita bersama-sama menjaga alam agar tidak dirusak. Pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat harus bersatu dalam menjaga lingkungan,” tegasnya.
Ratu Dewa menilai, kolaborasi lintas elemen menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di Kota Palembang. Menurutnya, pemerintah tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat.
Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh lapisan masyarakat terus diperkuat.
“Kita ingin membangun Palembang yang tidak hanya maju, tetapi juga religius, harmonis, dan memiliki semangat gotong royong. Untuk itu, sinergi seluruh elemen masyarakat harus terus kita perkuat,” pungkasnya. (vie)

