Palembang, beritakitanew.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., I.P.U., ASEAN Eng., menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Membangun Strategi Pengelolaan Bentang Lahan Tingkat Sublanskap di Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Saleh–Sugihan Kabupaten Banyuasin” yang digelar di Hotel Airish Palembang, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, akademisi, lembaga pendamping, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan guna merumuskan strategi pengelolaan ekosistem gambut yang berkelanjutan di Kabupaten Banyuasin.
Dalam sambutannya, Sekda Erwin Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada ICRAF dan seluruh pihak yang selama ini konsisten mendukung upaya perlindungan serta pengelolaan lahan gambut di Banyuasin.
Menurutnya, Kabupaten Banyuasin merupakan salah satu daerah di Sumatera Selatan yang memiliki kawasan gambut cukup luas sehingga memerlukan perhatian dan pengelolaan yang serius.
Ia menjelaskan, lahan gambut memiliki fungsi penting sebagai penyangga lingkungan sekaligus menyimpan potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, di sisi lain, kawasan gambut juga sangat rentan terhadap kebakaran, terutama pada musim kemarau.
“Kita perlu terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Gambut yang telah mengering sangat mudah terbakar dan apabila terjadi kebakaran akan menimbulkan dampak yang luas, baik terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun citra daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Erwin menekankan pentingnya penyusunan dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPG) yang bersifat implementatif dan dapat diterapkan secara nyata di lapangan.
Ia berharap hasil FGD tidak hanya menghasilkan dokumen perencanaan, tetapi juga melahirkan langkah-langkah konkret yang mampu menjawab berbagai tantangan pengelolaan gambut di wilayah KHG Saleh–Sugihan.
Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian ekosistem gambut. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan lembaga pendamping, pengelolaan gambut diharapkan dapat mendukung ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
“Kita harus memastikan bahwa upaya perlindungan gambut berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat mewujudkan pengelolaan gambut yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah,” pungkasnya. (vie)

