Forum Dewan Pertahanan Nasional: Potensi Energi Sumsel Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional

berita kita new
4 Min Read

Palembang, beritakitanew.com – Provinsi Sumatera Selatan dinilai memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung program swasembada energi nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Republik Indonesia. Penilaian tersebut mengemuka dalam Forum Diskusi bertajuk Memperkuat Kontribusi Strategis Provinsi Sumatera Selatan dalam Mewujudkan Swasembada Energi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional” yang diselenggarakan Kedeputian Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional di Hotel Novotel Palembang, Kamis (30/7/2026).

Forum ini menghadirkan narasumber Dr. Yayat Ruyat, M.Eng. dari Dewan Pertahanan Nasional, Dr. Unggul Priyanto dari Dewan Energi Nasional, serta Ricky Faizal, Vice President Pengendalian RUPTL PLN Kantor Pusat. Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, akademisi, BUMN, dan para pemangku kepentingan di sektor energi.

Dr. Yayat Ruyat menjelaskan, kunjungan Dewan Pertahanan Nasional ke Sumatera Selatan bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan program swasembada energi di daerah sekaligus menyerap aspirasi dari pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Forum ini merupakan penutup rangkaian kunjungan lapangan kami di Sumatera Selatan. Kami ingin memastikan program swasembada energi yang menjadi arahan Presiden dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yayat, Sumatera Selatan saat ini berada dalam kondisi surplus energi. Tantangan ke depan adalah mengoptimalkan pemanfaatan potensi energi yang dimiliki agar mampu menopang kebutuhan energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Ia mengungkapkan, Sumsel memiliki sumber daya energi yang sangat lengkap, mulai dari batubara, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), hingga potensi energi baru terbarukan seperti panas bumi dan tenaga surya yang terus dikembangkan.

“Sumatera Selatan diharapkan menjadi lumbung energi nasional. Potensi yang dimiliki sangat besar sehingga perlu terus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan energi di berbagai daerah,” katanya.

Yayat juga menegaskan bahwa setiap pengembangan proyek energi harus memperhatikan aspek sosial dan lingkungan. Pendekatan yang baik kepada masyarakat, menurutnya, menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan tanpa menimbulkan konflik sosial.

“Dewan Pertahanan Nasional akan menghimpun seluruh masukan dari daerah sebagai bahan rekomendasi kepada Presiden dalam memperkuat kebijakan ketahanan energi nasional,” tambahnya.

Sementara itu, anggota Dewan Energi Nasional, Dr. Unggul Priyanto, menjelaskan pemerintah telah menyusun arah Kebijakan Energi Nasional hingga tahun 2060. Salah satu target utamanya adalah mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil secara bertahap dengan meningkatkan pemanfaatan energi bersih.

Namun demikian, ia menegaskan penggunaan batubara tidak dihentikan, melainkan diarahkan pada program hilirisasi agar menghasilkan produk bernilai tambah.

“Hilirisasi batubara menjadi solusi. Batubara dapat diolah menjadi metanol, bahan bakar minyak sintetis, pengganti LPG, hingga bahan baku pupuk. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” jelasnya.

Menurut Unggul, pengembangan industri metanol dalam negeri sangat penting mengingat kebutuhan nasional terus meningkat seiring implementasi biodiesel B50, sementara Indonesia masih bergantung pada impor metanol.

Selain hilirisasi batubara, pemerintah juga menyiapkan pengembangan berbagai sumber energi bersih, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), biofuel, hingga energi panas bumi.

“Sumatera Selatan layak disebut sebagai lumbung energi nasional karena memiliki sumber energi yang sangat lengkap, mulai dari batubara, tenaga air, perkebunan sawit sebagai bahan baku biofuel, hingga potensi energi baru terbarukan lainnya,” ujarnya.

Unggul optimistis pembangunan sektor energi akan membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar tenaga kerja lokal mampu mengisi kebutuhan industri energi yang terus berkembang.

Forum diskusi tersebut diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis guna memperkuat kontribusi Sumatera Selatan sebagai salah satu pusat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target swasembada energi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. (vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *