Eceng Gondok Disulap Jadi Kompos, Dewi Sastrani Dorong Pertanian Pekarangan dan Ketahanan Pangan Keluarga

berita kita new
4 Min Read

Palembang, beritakitanew.com – Tanaman eceng gondok yang selama ini kerap dianggap sebagai gulma di perairan ternyata memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi kompos.

Pengolahan tanaman tersebut menjadi pupuk organik dinilai dapat mendukung pengembangan pertanian pekarangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga di Kota Palembang.

Upaya ini menjadi fokus dalam kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Eceng Gondok melalui Pengomposan untuk Mendukung Pertanian Pekarangan dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, yang difasilitasi Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Palembang.

Dewi Sastrani Ratu Dewa mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai langkah nyata untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengelola potensi sumber daya lokal agar memiliki nilai manfaat bagi lingkungan maupun kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, eceng gondok yang banyak ditemukan di wilayah perairan Palembang perlu dikelola secara bijaksana. Selain membantu mengurangi potensi permasalahan lingkungan akibat pertumbuhan tanaman yang tidak terkendali, eceng gondok juga berpeluang diolah menjadi bahan organik yang bermanfaat melalui proses pengomposan yang tepat.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami cara mengolah eceng gondok menjadi kompos dan memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan pertanian di lingkungan rumah tangga,” menjadi salah satu harapan dari pelaksanaan sosialisasi tersebut.

Pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan kompos juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan pertanian pekarangan secara lebih produktif.

Dengan memanfaatkan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar, keluarga dapat mulai menanam berbagai kebutuhan pangan, seperti sayuran dan tanaman bumbu, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Dewi menilai, pengelolaan sumber daya lokal tidak cukup hanya mengandalkan potensi yang tersedia, tetapi juga harus didukung pengetahuan dan keterampilan teknis yang memadai.

Karena itu, masyarakat diharapkan mengikuti arahan narasumber yang kompeten agar proses pengomposan dapat dilakukan dengan benar, aman, dan sesuai dengan kondisi setempat.

Ia juga mendorong agar kegiatan sosialisasi tidak berhenti pada penyampaian materi semata, melainkan dilanjutkan dengan penerapan nyata di tengah masyarakat.

Pendampingan, pertukaran pengalaman, identifikasi kendala, serta pemetaan kelompok masyarakat yang berpotensi mengembangkan pertanian pekarangan dinilai penting untuk memastikan program tersebut memberikan manfaat berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, kolaborasi antara Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), kelompok masyarakat, perangkat daerah teknis, serta mitra terkait menjadi faktor penting untuk memperluas jangkauan dan manfaat program.

TP PKK dan kelompok masyarakat diharapkan berperan aktif menggerakkan keluarga serta komunitas agar mulai menerapkan pengelolaan bahan organik dan memanfaatkan pekarangan secara produktif. Sementara itu, perangkat daerah dan mitra terkait dapat memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Palembang juga memiliki peran dalam memfasilitasi dan mengoordinasikan peluang kerja sama agar berbagai gagasan yang muncul dari kegiatan tersebut dapat ditindaklanjuti secara terarah.

Pengembangan pertanian pekarangan tidak harus dimulai dengan langkah besar. Pemanfaatan lahan yang tersedia, penggunaan pupuk organik, serta penanaman tanaman pangan secara sederhana dapat menjadi langkah awal yang dilakukan setiap keluarga.

Jika dilaksanakan secara konsisten dan disertai pendampingan yang tepat, upaya tersebut berpotensi memberikan manfaat ganda, yakni menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus membantu memenuhi sebagian kebutuhan pangan rumah tangga.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat Kota Palembang diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan bahan organik serta mampu mengembangkan inovasi sederhana sesuai dengan potensi dan kebutuhan lingkungan masing-masing.

Dengan pengelolaan yang bertanggung jawab dan dukungan berbagai pihak, pemanfaatan eceng gondok menjadi kompos diharapkan dapat berkembang sebagai salah satu alternatif penguatan pertanian pekarangan yang berkelanjutan, sekaligus mendorong terwujudnya keluarga yang lebih mandiri dan tangguh dalam memenuhi kebutuhan pangan. (*)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *