“Agustus Gelap” Jadi “Agustus Penuh Benderang”, ADO Sumsel Gelar Baksos untuk Driver Online

berita kita new
5 Min Read

Palembang, beritakitanew.com – Sekretariat DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan yang berada di Kedai ADO Presisi menjadi tempat berkumpulnya ratusan pengemudi online roda dua dan roda empat dalam kegiatan bantuan sosial, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi kepada para pengemudi online, tetapi juga menjadi momentum memperkuat solidaritas serta kemitraan antara komunitas driver online dengan kepolisian dan pemerintah daerah.

Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Polda Sumsel, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel, Polrestabes Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta Pemerintah Kota Palembang.

Ketua DPD ADO Sumsel, M. Asrul Indrawan, S.H., mengatakan kegiatan sosial tersebut sengaja digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap para pengemudi online yang setiap hari berada di jalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurut Asrul, keberadaan driver online saat ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Mereka tidak hanya mengantarkan penumpang dan barang, tetapi juga membantu aktivitas ekonomi masyarakat di tengah perkembangan layanan transportasi berbasis digital.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengubah narasi ‘Agustus Gelap’ menjadi ‘Agustus Penuh Bendera’. Kami ingin menunjukkan bahwa driver online tetap mencintai kedamaian, persatuan dan Indonesia,” kata Asrul.

Ia menegaskan, di balik aktivitas para pengemudi online di jalan, terdapat berbagai risiko yang harus mereka hadapi setiap hari. Mulai dari kecelakaan lalu lintas, gangguan kesehatan, hingga ancaman tindak kriminal seperti begal dan penjambretan.

Karena itu, ADO Sumsel berharap perhatian terhadap keselamatan dan perlindungan para pengemudi online dapat terus ditingkatkan.

“Kami ini pencari nafkah. Penghasilan seribu, dua ribu pun kami hargai. Kami cinta damai, tetapi keselamatan dan martabat driver harus dihargai,” ujarnya.

Selain persoalan keselamatan, Asrul juga menyampaikan sejumlah aspirasi kepada pihak kepolisian. Salah satunya terkait percepatan respons terhadap laporan kehilangan kendaraan maupun telepon seluler milik driver online.

Ia menilai, kecepatan penanganan sangat penting mengingat kendaraan dan telepon seluler merupakan modal utama para pengemudi dalam mencari nafkah.

ADO Sumsel juga kembali mendorong agar wacana penyediaan panic button dapat dihidupkan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat terhubung dengan kepolisian terdekat sehingga pengemudi yang berada dalam situasi darurat dapat memperoleh pertolongan dengan cepat.

“Kami berharap ada sistem yang bisa membuat driver merasa lebih aman ketika berada di jalan. Panic button ini salah satu yang kami harapkan bisa dikaji dan direalisasikan,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho melalui Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol. Robertho Pardede, S.I.K., M.I.K., mengapresiasi kegiatan sosial yang digelar ADO Sumsel.

Menurutnya, pengemudi online merupakan salah satu mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Pasalnya, aktivitas para driver yang hampir setiap hari berada di berbagai ruas jalan membuat mereka memiliki posisi penting dalam membantu memberikan informasi mengenai situasi keamanan dan lalu lintas di lapangan.

“Rekan-rekan driver berada di jalan setiap hari dan sering menjadi pihak pertama yang mengetahui kecelakaan, kemacetan maupun tindak kejahatan,” ujarnya.

Ia mengimbau para pengemudi online agar segera melaporkan apabila menemukan kecelakaan, gangguan keamanan, maupun tindak kriminal kepada pihak kepolisian.

“Jika menemukan gangguan, segera laporkan melalui layanan 110 atau kantor polisi terdekat. Jangan main hakim sendiri,” tegasnya.

Kapolda juga meminta jajaran kepolisian untuk memberikan respons cepat terhadap laporan masyarakat, termasuk yang disampaikan oleh komunitas pengemudi online.

Pelayanan yang cepat dan responsif, menurutnya, merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian sekaligus menciptakan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan sosial secara simbolis diserahkan kepada sejumlah pengemudi online. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para driver sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap komunitas yang selama ini berperan dalam mendukung mobilitas masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa hubungan antara pengemudi online, kepolisian dan pemerintah bukan sekadar kemitraan di jalan raya, tetapi juga bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Para peserta juga menyatakan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban Kota Palembang serta memperkuat komunikasi dan kemitraan antara komunitas driver online dengan aparat keamanan dan pemerintah.

Melalui kegiatan tersebut, ADO Sumsel berharap semangat solidaritas dan kepedulian terhadap pengemudi online terus tumbuh, sehingga para driver dapat menjalankan aktivitas mencari nafkah dengan lebih aman, nyaman dan terlindungi. (vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *