Palembang, beritakitanew.com – PT PLN (Persero) terus mendorong percepatan transisi energi melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Sumatera Selatan. Salah satunya dengan meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center yang menjadi salah satu pusat pengisian kendaraan listrik di Sumatera Selatan, Jumat (25/9/2026).
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan kehadiran SPKLU Center tersebut menjadi tonggak penting dalam mendukung agenda transisi energi nasional yang juga menjadi perhatian pemerintah.
Menurutnya, pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik di Sumatera Selatan menunjukkan tren positif. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah kendaraan listrik, transaksi pengisian daya, maupun konsumsi listrik pada SPKLU.
“Dari sisi penggunaan listrik, di Sumatera Selatan saja sudah ada sekitar 200-an kendaraan listrik tahun ini. Jumlahnya meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 900-an dari sisi jumlah transaksi,” kata Diksi.
Ia menjelaskan, peningkatan tersebut juga diikuti pertumbuhan jumlah SPKLU dan konsumsi kWh yang meningkat signifikan. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik terus tumbuh.
“Kepercayaan masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik terus tumbuh. Salah satu yang menjadi perhatian adalah bagaimana pengguna kendaraan listrik bisa mendapatkan tempat charging dengan mudah ketika bepergian ke luar kota,” ujarnya.
Diksi mengatakan, keberadaan SPKLU Center diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna kendaraan listrik, khususnya dalam melakukan perjalanan antarkota.
PLN, lanjutnya, siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah maupun mitra swasta untuk memperluas jaringan SPKLU di Sumatera Selatan.
“Kami sangat berharap dukungan dari Bapak Gubernur dan jajaran. Ke depan kami siap, baik dari PLN maupun mitra swasta, untuk bersama-sama menghadirkan kemudahan dan meningkatkan kepercayaan pengguna mobil listrik,” katanya.
Herman Deru Dorong Perluasan SPKLU
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi pembangunan SPKLU Center tersebut. Ia menilai pengembangan kendaraan listrik merupakan salah satu langkah konkret untuk mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi polusi udara.
“Ini merupakan momentum yang sangat monumental bagi perhatian kita terhadap energi hijau dan upaya mengurangi polusi di Sumatera Selatan,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi emisi dari kendaraan bermotor berbahan bakar minyak.
Herman Deru juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah memberikan insentif bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik, salah satunya melalui kebijakan pembebasan pajak kendaraan listrik sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kita menghargai para pengguna kendaraan listrik yang sangat memperhatikan lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan SPKLU tidak cukup hanya dilakukan di pusat kota. Penyebaran fasilitas pengisian kendaraan listrik juga perlu diperluas hingga ke kecamatan yang memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi.
“Kalau dari lima provinsi di wilayah kerja ini Sumatera Selatan sudah termasuk yang terbanyak, saya minta minimal ke depan SPKLU juga menyebar ke kecamatan-kecamatan yang memang aktivitas kendaraannya cukup tinggi,” ujarnya.
Dorong Kemitraan dengan UMKM
Herman Deru juga membuka peluang agar pengembangan SPKLU dapat melibatkan pelaku usaha dan UMKM. Menurutnya, lokasi pengisian kendaraan listrik dapat dikembangkan menjadi kawasan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ia menilai keberadaan SPKLU bisa dikombinasikan dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti tempat makan, gerai UMKM maupun fasilitas lainnya, sehingga pengguna kendaraan listrik dapat melakukan aktivitas selama proses pengisian baterai.
“PLN memberikan atau membukakan pintu kepada para pelaku UMKM yang bisa bekerja sama dengan PLN atau vendor untuk menyediakan tempat-tempat strategis,” katanya.
Namun, Herman Deru mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan layanan SPKLU. Menurutnya, masyarakat sebagai pengguna akan tetap melihat PLN sebagai penyedia layanan meskipun operasional di lapangan melibatkan mitra atau vendor.
“Jaminan keberlangsungan usaha tentu penting. Orang tidak melihat vendor ABC, tetapi orang melihat PLN-nya. Jadi servisnya harus berkesinambungan,” tegasnya.
Herman Deru bahkan mengusulkan agar SPKLU yang berada di kawasan Demang diberi nama yang mudah dikenal masyarakat, seperti SPKLU Center Demang, sekaligus mendorong sosialisasi agar keberadaannya diketahui masyarakat luas.
Ia juga meminta agar aset atau lokasi strategis milik pemerintah daerah dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan SPKLU baru.
“Pemerintah provinsi bisa melalui BPKAD bekerja sama. Banyak tempat-tempat strategis yang dimiliki pemerintah yang bisa digunakan untuk memberikan layanan pengisian ulang baterai kendaraan listrik,” katanya.
Peluang Kendaraan Listrik di Sektor Pertambangan
Selain kendaraan pribadi, Herman Deru melihat peluang besar pengembangan kendaraan listrik pada sektor transportasi dan pertambangan di Sumatera Selatan.
Menurutnya, sejumlah aktivitas pertambangan mulai mengarah pada penggunaan kendaraan berbasis listrik sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.
“Angkutan tambang kita banyak sekali dan sudah mulai bergeser dari yang menggunakan BBM ke listrik. Saya pikir ini juga merupakan pangsa pasar tersendiri,” ujarnya.
Herman Deru juga mengaitkan pengembangan ekosistem kendaraan listrik dengan pembangunan infrastruktur jalan khusus angkutan tambang di Sumatera Selatan. Menurutnya, keberadaan infrastruktur tersebut dapat menjadi peluang untuk mengembangkan jaringan pengisian kendaraan listrik di jalur-jalur strategis.
Ia berharap pembangunan SPKLU Center menjadi awal dari pengembangan jaringan pengisian kendaraan listrik yang lebih luas di Sumatera Selatan.
“Ini menjadi momentum bahwa PLN menunjukkan keseriusannya dalam memberikan pelayanan sekaligus mendukung transisi energi di Sumatera Selatan,” pungkasnya. (vie)

