Banyuasin Tancap Gas: Pelabuhan Tanjung Carat dan Pabrik Bioavtur Siap Dongkrak Ekonomi Daerah

berita kita new
2 Min Read

Jakarta, beritakitanew.com – Bupati Banyuasin, Askolani, melakukan silaturahmi sekaligus koordinasi strategis dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terkait pembangunan Dermaga Internasional Tanjung Carat di wilayah Kabupaten Banyuasin.

Pertemuan ini juga membahas progres dan pengembangan pabrik bioavtur sebagai bahan bakar pesawat berbasis energi terbarukan.

Kunjungan yang berlangsung di Ruang Holding Kementerian Perhubungan pada Kamis (16/4) tersebut disambut langsung oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuasin didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala Bappeda Litbang Banyuasin, Dr. dr. Rini Pratiwi, Plt Kepala Dinas Perhubungan Banyuasin Zakirin, Kepala Dinas PUPR Mohd. Riyan, serta Kepala DPMPTSP Rayan Noerdinsyah. Turut hadir pula pihak dari PT Green Power Palembang.

Bupati Askolani menegaskan bahwa koordinasi ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Ia optimistis pembangunan Dermaga Internasional Tanjung Carat akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Keberadaan pelabuhan ini nantinya tidak hanya meningkatkan konektivitas logistik, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal, membuka peluang investasi, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Banyuasin,” ujarnya.

Selain pembangunan pelabuhan, pembahasan juga difokuskan pada pengembangan pabrik bioavtur yang sebelumnya telah memasuki tahap groundbreaking.

Proyek ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Green Power Palembang dalam mendukung transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Pengembangan bioavtur berbasis kelapa dinilai memiliki prospek besar, terutama dalam menjawab kebutuhan industri penerbangan terhadap bahan bakar ramah lingkungan.

Di sisi lain, proyek ini juga membuka peluang terciptanya rantai ekonomi baru berbasis potensi lokal, mulai dari sektor perkebunan hingga industri pengolahan.

Bupati Askolani menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Banyuasin.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap Banyuasin dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus daerah yang berkontribusi dalam pengembangan energi hijau di Indonesia,” tutupnya. (vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *