BTN Gelar Lelang Akbar 2026 : Tawarkan 10.000 Hunian Second, Dengan Harga di Bawah Pasar dan KPR Bunga 5 %

berita kita new
3 Min Read

Jakarta, beritakitanew.com  – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) siap menghadirkan 10.000 hunian second ke pasar properti nasional melalui Lelang Akbar BTN 2026. BTN menawarkan properti-properti tersebut dengan harga kompetitif hingga 40% di bawah harga pasar.

Selain itu, BTN menyediakan skema pembiayaan rumah second dengan bunga mulai 5% untuk memperluas akses masyarakat memiliki hunian maupun berinvestasi properti, sekaligus mendukung Program 3 Juta Rumah.

SEVP Assets Management BTN, Benjamen Sihombing, menjelaskan bahwa tren rumah second dan aset lelang semakin diminati karena menawarkan harga terjangkau, lokasi strategis, serta fasilitas lengkap.

“Melalui Lelang Akbar BTN 2026, kami ingin membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki rumah dengan harga kompetitif, sekaligus memperkuat ekosistem transaksi properti second yang sehat, transparan, dan mudah diakses di Indonesia,” ujar, Benjamen pada acara peluncuran di Jakarta, Senin (25/5).

Puluhan ribu hunian second tersebut dapat diakses melalui platform Bale Lelang BTN baik di Balelelang.btn.co.id⁠� maupun aplikasi mobile Bale by BTN. Platform ini menghadirkan ekosistem hunian second dan aset lelang mulai dari katalog, proses transaksi, hingga dukungan pembiayaan KPR.

Aset yang ditawarkan mencakup rumah tapak, apartemen, ruko, hingga properti komersial lain, tersebar mulai dari Jabodetabek, Pulau Jawa, hingga luar Pulau Jawa. Sebagian besar berada di kawasan dengan akses infrastruktur, fasilitas publik, dan lingkungan hunian yang sudah terbentuk.

BTN menargetkan tingkat keberhasilan lelang sebesar 35% sepanjang 2026, meningkat dari 34,4% pada 2025, performa tertinggi di antara bank Himbara. Untuk mendukung pembelian rumah lelang, BTN menghadirkan KPR BTN Maju dengan bunga mulai 5% fixed 5 tahun, uang muka 1%, dan tenor hingga 30 tahun.

“Rumah second kini bukan hanya alternatif investasi, tetapi juga solusi kepemilikan hunian di tengah kenaikan harga rumah baru. Penguatan ekosistem ini diharapkan memperluas akses kepemilikan rumah, mendukung Program 3 Juta Rumah, dan menciptakan pasar properti lebih sehat dengan harga kompetitif,” tambah Benjamen.

Property Expert Panangian Simanungkalit menilai Lelang Akbar BTN 2026 berpotensi mendorong booming properti dalam beberapa tahun ke depan. Pasar hunian second dipandang sebagai solusi memperluas akses kepemilikan rumah di tengah tingginya kebutuhan hunian nasional.

Sementara itu, Syukriah HG, Direktur Lelang DJKN Kementerian Keuangan, mengatakan penyelenggaraan ini sejalan dengan peringatan 118 Tahun Lelang Indonesia. Lelang adalah instrumen ekonomi adaptif, transparan, dan relevan dalam mendukung perekonomian nasional. Digitalisasi layanan lelang juga membuat proses lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

“Sinergi kuat antar pemangku kepentingan menjadi fondasi sukses Lelang Akbar BTN 2026 sekaligus memperluas partisipasi publik dalam ekosistem lelang nasional,” ujar Syukriah. (Ril/BTN)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *