Palembang, beritakitane.com – Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Palembang, Jalan Mayor Memet Sastra Wirya No. 147, 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Senin (6/7/2026).
Aksi yang dipimpin Direktur Eksekutif SIRA, Rahmad Sandy, itu menyoroti sejumlah persoalan yang diduga terjadi di lingkungan KSOP Kelas I Palembang. Dalam orasinya, Rahmad menyampaikan dugaan lemahnya pengawasan hingga praktik pungutan liar (pungli) yang dinilai telah mencoreng citra Kementerian Perhubungan, khususnya di sektor perhubungan laut di Sumatera Selatan.
Rahmad menilai berbagai persoalan tersebut merupakan warisan dari oknum pejabat sebelumnya yang dianggap tidak menjalankan fungsi pengawasan secara optimal. Menurutnya, pergantian kepemimpinan di KSOP harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
“Kami berharap Plt KSOP dapat memperbaiki kinerja dan menuntaskan berbagai persoalan yang menjadi peninggalan oknum-oknum sebelumnya. Dugaan pelanggaran yang telah berproses selama berbulan-bulan harus ditindaklanjuti secara serius demi menjaga integritas Kementerian Perhubungan,” tegas Rahmad.
Ia juga menyoroti dugaan praktik pungutan liar dalam pelayanan kepelabuhanan yang dinilai merugikan masyarakat serta mencederai kualitas pelayanan publik. Rahmad menegaskan bahwa aksi yang dilakukan telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Usai menyampaikan aspirasi, perwakilan massa diterima dalam audiensi di ruang rapat KSOP Kelas I Palembang. Pertemuan dipimpin oleh Plt Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut, Bustan, yang mewakili Plt Kepala KSOP Kelas I Palembang karena sedang menghadiri rapat di Jakarta.
Dalam audiensi tersebut, Bustan mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan.
“Kita ingin semua persoalan dapat diselesaikan dengan baik tanpa saling menyalahkan. Harapan kami, melalui pertemuan ini dapat ditemukan titik temu sehingga permasalahan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara positif,” ujarnya.
Bustan menjelaskan dirinya mendapat mandat langsung dari Plt Kepala KSOP untuk menerima aspirasi masyarakat bersama sejumlah pejabat teknis. Ia memastikan seluruh masukan akan diteruskan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi.
Sementara itu, Kepala Bidang Keselamatan Berlayar, Patroli, dan Penjagaan (KBPP), Zainudin, mengatakan Plt Kepala KSOP tidak dapat hadir karena sedang memenuhi undangan resmi Kementerian Perhubungan di Jakarta.
“Kami ditugaskan menerima seluruh aspirasi bapak-bapak sekalian. Semua masukan akan kami catat dan kami laporkan kepada pimpinan setelah beliau kembali ke Palembang. Hal-hal yang dapat segera kami benahi akan langsung kami tindak lanjuti. Apabila ditemukan kekurangan maupun pelanggaran dalam pelayanan, tentu akan menjadi bahan evaluasi untuk dilakukan perbaikan demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Zainudin.
Audiensi berlangsung dalam suasana kondusif. Massa aksi berharap seluruh dugaan yang mereka sampaikan dapat ditindaklanjuti secara transparan dan profesional oleh pihak KSOP Kelas I Palembang, sekaligus menjadi momentum pembenahan pelayanan di sektor transportasi laut di Sumatera Selatan. (Vie)

