Banyuasin, beritakitanew.com – Sektor pertanian menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang tertuang dalam misi utama pembangunan daerah, yakni meningkatkan perekonomian berbasis pertanian menuju Banyuasin Prima.
Sebagai bentuk komitmen mewujudkan visi tersebut, Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM., M.BA., IPU., ASEAN Eng menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Kabupaten Banyuasin periode 2026–2031 yang berlangsung di Auditorium Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Rabu (10/6).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua DPD HKTI Sumatera Selatan Dr. H. Budiarto Marsul, SE., M.Si. Kegiatan tersebut mengusung tema “Petani Berdaulat, Indonesia Sehat, Petani Makmur, Bangkit dan Sejahtera”.
Pelantikan kepengurusan baru ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin sebagai upaya memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Pengukuhan pengurus DPC dan PAC menjadi langkah penting dalam memastikan roda organisasi HKTI berjalan secara sah, terstruktur, dan mampu menjalankan perannya dalam mendampingi petani.
Dalam sambutannya, Sekda Erwin Ibrahim menegaskan bahwa Kabupaten Banyuasin merupakan salah satu penopang ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, HKTI merupakan wadah perjuangan dan pengabdian bagi para petani yang memiliki peran strategis dalam memperjuangkan kepentingan petani, meningkatkan kesejahteraan, serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
“Di Banyuasin, sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, keberadaan HKTI sangat penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Erwin berharap kepengurusan HKTI yang baru dapat menjadi motor penggerak dalam meningkatkan produktivitas pertanian, mendorong regenerasi petani muda, menjadi mitra strategis pemerintah, serta membangun solidaritas dan kerukunan di kalangan petani.
“HKTI harus benar-benar menjadi rumah besar perjuangan petani Banyuasin,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya regenerasi petani sebagai kunci kemajuan dan modernisasi pertanian Indonesia. Menurutnya, keterlibatan generasi muda yang produktif, kreatif, dan adaptif terhadap teknologi akan menjadi faktor penting dalam mewujudkan target Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045.
“Pemerintah Kabupaten Banyuasin siap bersinergi dengan HKTI untuk mewujudkan kesejahteraan petani dan kemajuan sektor pertanian daerah. Selain itu, sektor pertanian dan perkebunan juga memiliki peran strategis dalam mendukung program kemandirian energi nasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, komoditas seperti kelapa sawit dan jagung kini menjadi bagian penting dalam pengembangan bahan bakar nabati yang terus didorong pemerintah guna mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.
Sementara itu, Ketua DPC HKTI Banyuasin, Hutpal Permata Putra, ST mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk bersama-sama membangkitkan sektor pertanian serta menjaga kedaulatan pangan.
Ia berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat menjadi jembatan yang efektif dalam menyalurkan program pemerintah sekaligus hadir langsung di tengah petani untuk membantu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.
“HKTI harus hadir sebagai wadah perjuangan petani. Pelantikan ini merupakan bagian dari penguatan organisasi dalam mendukung program ketahanan pangan dan swasembada nasional,” katanya.
Hutpal menegaskan komitmennya untuk menjalankan berbagai program HKTI secara optimal. Menurutnya, dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, organisasi, dan para petani, Banyuasin dapat terus berkembang sebagai lumbung pangan yang maju, mandiri, dan sejahtera.
“Banyuasin memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa. Potensi ini harus dimanfaatkan secara maksimal karena petani harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan daerah,” pungkasnya. (vie)

