Palembang, beritakitanew.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Selatan terus memperluas jejaring kemitraan dengan menjalin kerja sama strategis bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan dan Universitas Muhammadiyah Palembang. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Kerja sama ini menjadi wadah implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program-program yang disusun akan difokuskan untuk mendukung pembinaan dan pembimbingan warga binaan pemasyarakatan, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia petugas pemasyarakatan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Selatan, Yulius Sahruzah, mengatakan sinergi dengan kalangan akademisi dan organisasi kemasyarakatan menjadi langkah penting dalam menghadirkan metode pembinaan yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang tidak hanya memperkuat proses pembinaan warga binaan, tetapi juga meningkatkan kompetensi petugas pemasyarakatan sehingga mampu memberikan pelayanan yang semakin profesional dan humanis,” ujarnya.
Selain penandatanganan MoU dan PKS, kegiatan juga diisi dengan kuliah umum yang mengangkat tema pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem pemasyarakatan yang modern, inklusif, dan humanis.
Melalui sinergi antara Ditjenpas Sumsel, Muhammadiyah Sumsel, dan Universitas Muhammadiyah Palembang, diharapkan lahir berbagai program berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, petugas pemasyarakatan, serta masyarakat luas sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih berkualitas. (vie)

