Perkuat Sinergi Cegah Karhutla, Kapolda Sumsel dan Forkopimda Matangkan Kesiapsiagaan

berita kita new
4 Min Read

Palembang, beritakitanew.com –  Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Selatan memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., di Ruang VIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Kamis (22/10/2026).

Rapat yang berlangsung mulai pukul 11.00 WIB tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah lintas sektor, memperkuat mitigasi dini, serta memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung dalam menghadapi potensi karhutla di wilayah Sumatera Selatan.

Melalui koordinasi tersebut, seluruh unsur terkait diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan, mempercepat pertukaran informasi, dan mengoptimalkan langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas serta menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan.

Dalam kegiatan itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., hadir didampingi Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Irwansyah, S.I.K., M.H., C.L.A.; Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol. Iwan Sonjaya, S.I.K.; Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si.; Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H.; serta Dirsamapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan, S.I.K.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A.; Kajati Sumsel Nurcahyo Jungkung Madyo, S.H., M.H.; Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M.; serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam arahannya, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi seluruh unsur terkait dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi teknis menjadi kunci agar langkah pencegahan maupun penanganan karhutla dapat berjalan secara terarah dan efektif.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Rony Samtana menegaskan kesiapan jajarannya untuk mengoptimalkan upaya preemtif dan preventif melalui patroli terpadu, pemantauan titik panas (hotspot), serta edukasi kepada masyarakat.

Langkah pencegahan tersebut dilaksanakan secara berjenjang dengan melibatkan personel Polda Sumsel, jajaran Polres, hingga Bhabinkamtibmas.

Dengan demikian, potensi kebakaran diharapkan dapat dideteksi dan diantisipasi sejak dini sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Selain mengutamakan pencegahan, koordinasi lintas sektor juga difokuskan pada kesiapan menghadapi situasi darurat apabila ditemukan titik api.

Kesiapan personel, ketersediaan sarana pendukung, pertukaran informasi, serta keterpaduan tindakan di lapangan menjadi faktor penting untuk mempercepat respons penanganan.

Upaya tersebut diperlukan untuk menekan risiko meluasnya kebakaran yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat akibat asap, merusak ekosistem, serta menghambat aktivitas sosial dan perekonomian.

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis turut menegaskan pentingnya soliditas TNI bersama Polri dan pemerintah daerah dalam mendukung mitigasi serta penanganan karhutla.

Kolaborasi antarlembaga diharapkan mampu memperkuat kesiapan operasional, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polda Sumsel berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah pusat dan daerah melalui penguatan kerja sama lintas sektor, respons cepat, serta pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla, antara lain dengan tidak membuka maupun membersihkan lahan menggunakan cara membakar.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Partisipasi masyarakat dinilai penting karena pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan kesadaran serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Polda Sumsel bersama Forkopimda Sumatera Selatan menegaskan komitmen untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanganan karhutla secara terpadu.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu melindungi keselamatan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta mempertahankan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Sumatera Selatan. (Ril/vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *