Kadin Sumsel Expo ke-4 Bidik 1.000 Sultan Muda, Transaksi Ditargetkan Rp60 Miliar

berita kita new
4 Min Read

Palembang, beritakitanew.com — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Selatan kembali menggelar Kadin Sumsel Expo ke-4 dengan membawa misi besar, yakni melahirkan sedikitnya 1.000 pengusaha muda atau “sultan muda” baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan hingga mencapai 6 persen.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Ikatan Bisnis Ekonomi Kerakyatan (IBEK) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Expo tersebut diikuti hampir 50 peserta, dengan potensi transaksi diperkirakan mencapai Rp60 miliar.

Ketua Pelaksana Kadin Sumsel Expo ke-4 mengatakan, kegiatan ini dirancang untuk membuka peluang usaha yang dapat dimulai dengan modal relatif terjangkau. Dengan demikian, kesempatan berbisnis tidak hanya terbuka bagi kalangan pengusaha, tetapi juga mahasiswa dan generasi muda yang ingin merintis usaha.

“Tujuannya jelas, sesuai arahan pemerintah, yaitu menciptakan minimal 1.000 sultan muda baru,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan kewirausahaan perlu dilakukan dengan membuka akses terhadap peluang bisnis sekaligus memberikan pemahaman mengenai pengelolaan usaha yang tepat. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu membangun bisnis yang berkelanjutan dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Pempek Palembang Harus Tembus Pasar Nasional

Selain mencetak pengusaha muda, Kadin Sumsel Expo ke-4 juga menyoroti pentingnya memperluas jangkauan pasar produk lokal. Sejumlah produk unggulan Sumatera Selatan dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang, tetapi belum seluruhnya mampu menembus pasar nasional, terlebih pasar internasional.

Karena itu, Kadin bersama mitra terkait akan mendorong edukasi bisnis agar pelaku usaha memahami strategi pemasaran, pengembangan produk, hingga pengelolaan usaha secara profesional.

Produk kuliner khas Palembang, seperti pempek, celimpungan, dan es kacang, menjadi contoh produk lokal yang dinilai memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas.

“Kita dorong produk lokal seperti pempek, celimpungan, dan es kacang untuk go Indonesia. Targetnya, pempek Palembang bisa ditemukan di 513 kabupaten/kota di Indonesia,” tegasnya.

Target tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, menjaga konsistensi rasa, memperkuat identitas merek, serta membangun jaringan distribusi yang lebih luas.

Dengan strategi pengembangan yang tepat, produk khas Sumatera Selatan diharapkan tidak hanya dikenal sebagai kuliner daerah, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional dan menjadi peluang usaha yang dapat dikembangkan melalui kemitraan maupun sistem waralaba (franchise).

Standarisasi dan Perhitungan Bisnis Jadi Tantangan UMKM

Kadin Sumsel menilai, salah satu tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM bukan semata-mata persoalan permodalan, melainkan masih terbatasnya pemahaman mengenai standarisasi dan tata kelola bisnis.

Dalam praktiknya, masih terdapat pelaku usaha yang belum memiliki standar operasional prosedur (SOP) secara terperinci. Padahal, standar tersebut penting untuk menjaga kualitas dan konsistensi produk, terutama ketika usaha mulai berkembang dan dipasarkan melalui jaringan kemitraan.

Pada usaha pempek, misalnya, standar produksi perlu mencakup suhu pengolahan, takaran adonan, komposisi bahan, hingga tahapan produksi. Jika proses tersebut tidak dilakukan secara konsisten, kualitas produk yang dihasilkan berpotensi berbeda-beda.

Selain standarisasi, kemampuan menghitung kondisi keuangan usaha juga menjadi perhatian. Pelaku UMKM perlu memahami secara tepat besaran modal, pendapatan, pengeluaran, keuntungan, serta titik impas atau Break-Even Point (BEP).

Pemahaman tersebut sangat penting, terutama bagi pelaku usaha yang ingin memperluas bisnis melalui sistem waralaba atau kemitraan. Tanpa standar operasional dan perhitungan usaha yang jelas, pengembangan bisnis berisiko sulit berjalan secara konsisten.

Melalui Kadin Sumsel Expo ke-4, edukasi kewirausahaan diharapkan dapat membantu pelaku UMKM membangun usaha yang lebih terukur, profesional, dan siap berkembang.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi kerakyatan di Sumatera Selatan. Dengan bertambahnya pengusaha muda, meningkatnya kualitas UMKM, serta meluasnya pasar produk lokal, target melahirkan 1.000 sultan muda baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel hingga 6 persen diharapkan dapat diwujudkan. (vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *