Banyuasin, beritakitanew.com – Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Banyuasin mengingatkan masyarakat agar mengutamakan upaya pencegahan dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Pencegahan dinilai jauh lebih penting sebelum seseorang terjerumus hingga mengalami ketergantungan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Harian BNK Banyuasin, Rayan Noerdinsyah, saat memberikan materi dalam kegiatan Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba yang digelar BNK Banyuasin di Kecamatan Talang Kelapa, Kamis (8/10/2026).
Raya mengatakan, ketika seseorang sudah terlanjur mengalami ketergantungan narkoba, proses pemulihannya tidak mudah. Selain membutuhkan kemauan dari dalam diri, dukungan keluarga dan lingkungan sekitar juga menjadi faktor yang sangat menentukan.
“Makanya kita mengutamakan mencegah daripada mengobati. Tetapi kalau hal ini sudah terjadi, otomatis kita harus mengobati,” ujarnya.
Ia mengibaratkan kondisi seseorang yang pernah mengalami kecanduan narkoba seperti air yang memiliki kotoran mengendap di dasar.
“Orang yang tidak lagi kecanduan itu ibarat air yang sudah bersih. Tetapi ketika air tersebut diaduk, kotorannya bisa kembali naik dan bercampur dengan air yang bersih,” jelasnya.
Menurut Rayan, perumpamaan tersebut menggambarkan bagaimana seseorang yang sudah berusaha lepas dari narkoba tetap memiliki risiko kembali menggunakan narkoba apabila berada di lingkungan yang tidak mendukung proses pemulihannya.
Ia menceritakan pengalaman seorang temannya yang pernah mengalami kecanduan selama kurang lebih tiga tahun. Temannya tersebut memiliki keinginan kuat untuk berhenti dan berusaha mengurangi ketergantungan secara bertahap.
“Awalnya seminggu sekali, kemudian menjadi dua minggu sekali. Dari sebulan sekali, sampai akhirnya Alhamdulillah dia bisa berhenti,” tuturnya.
Namun, perjuangan tersebut kembali menghadapi tantangan ketika lingkungan pergaulannya tidak berubah. Teman-temannya masih mengajak menggunakan narkoba, bahkan memberikan tekanan sosial dengan cara mengejek dan terus membujuk.
“Lingkungannya tidak berubah. Dia dipengaruhi teman-temannya, diajak terus, bahkan diolok-olok. Akhirnya dia kembali menggunakan,” katanya.
Dari pengalaman tersebut, Raya menegaskan bahwa proses pemulihan tidak cukup hanya mengandalkan keinginan seseorang untuk berhenti. Lingkungan sekitar harus ikut berubah dan memberikan dukungan positif.
Menurutnya, setidaknya ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam upaya mencegah maupun membantu seseorang agar tidak kembali terjerumus narkoba.
Pertama, memperhatikan lingkungan pergaulan. Keluarga harus mengetahui dengan siapa anak bergaul dan bagaimana aktivitasnya sehari-hari.
Kedua, meningkatkan komunikasi dan perhatian terhadap anak. Orang tua perlu membangun hubungan yang terbuka sehingga anak tidak mencari tempat pelarian di luar rumah.
Ketiga, memperkuat edukasi, termasuk pendidikan agama dan pengetahuan mengenai bahaya narkoba. Pemahaman yang baik diharapkan dapat menjadi benteng bagi generasi muda.
Keempat, mendorong anak melakukan aktivitas positif, seperti mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, organisasi maupun kegiatan sosial lainnya.
“Empat hal ini yang kami tekankan dalam proses pencegahan,” tegas Raya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya melihat persoalan narkoba dari sisi pengguna, tetapi turut memperhatikan aktivitas yang terjadi di lingkungan sekitar. Masyarakat diminta lebih peka apabila menemukan aktivitas yang tidak biasa, terutama jika melibatkan anak-anak atau remaja.
Menurutnya, kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan karena upaya pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum maupun pemerintah.
“Kalau kita tahu ada sesuatu yang mencurigakan, masyarakat harus peduli. Jangan sampai kita baru bertindak setelah anak kita menjadi korban,” katanya.
Raya menegaskan, pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah desa dan kelurahan hingga aparat penegak hukum.
Ia berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih aktif mengawasi pergaulan anak dan menciptakan lingkungan yang sehat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita mencegah sejak awal. Jangan sampai narkoba masuk ke lingkungan keluarga kita dan merusak masa depan anak-anak,” pungkasnya. (vie)

