Palembang, beritakitanew.com – Pemerintah Kota Palembang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Tak hanya mengoptimalkan posko penanganan karhutla di 18 kecamatan, Pemkot Palembang juga menyiagakan posko kesehatan untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menginstruksikan jajaran terkait untuk memperkuat penanganan karhutla sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Hj. Fenty Aprina, M.Kes., Sp.KKLP, mengatakan pihaknya telah mendirikan tenda Posko Kesehatan di Perumahan Kartika Mataram, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, yang lokasinya tidak jauh dari titik karhutla.
“Siang tadi kami sudah mendirikan tenda Posko Kesehatan di Perumahan Kartika Mataram, Kelurahan Talang Jambe, di dekat lokasi karhutla semalam,” ujar Fenty.
Posko tersebut beroperasi selama 24 jam dengan dukungan tenaga medis dari sejumlah puskesmas di Kecamatan Sukarami, yakni Puskesmas Talang Betutu, Talang Jambe, Sukarami, dan Sosial.
Pelayanan kesehatan dilakukan secara bergiliran dalam tiga shift untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan medis sepanjang waktu.
Fenty menjelaskan, pendirian posko kesehatan di sekitar lokasi karhutla dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
“Rencananya tenda posko akan didirikan lagi di spot yang dekat dengan karhutla,” katanya.
Selain posko kesehatan di lokasi yang berdekatan dengan titik karhutla, Dinas Kesehatan Kota Palembang juga mulai mengaktifkan posko kesehatan di 18 kecamatan. Posko tersebut beroperasi selama 24 jam sesuai arahan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Sementara itu, puskesmas di seluruh Kota Palembang tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menerapkan sistem piket agar layanan kesehatan tidak terganggu selama kondisi kabut asap.
Enam puskesmas juga disiagakan selama 24 jam untuk memberikan pelayanan bagi warga yang mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Keenamnya yakni Puskesmas Pembina, Puskesmas Alang-Alang Lebar, Puskesmas Sukarame, Puskesmas Sei Selincah, Puskesmas Basuki Rahmat, dan Puskesmas Sematang Borang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Palembang mengantisipasi meningkatnya risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Pemkot Palembang juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Warga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gejala ISPA lainnya.
Dengan penguatan posko karhutla dan layanan kesehatan, Pemkot Palembang memastikan penanganan dampak karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada upaya melindungi kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap. (vie)

