Polda Sumsel Perkuat Ketahanan Masyarakat Hadapi Ancaman Narkotika

berita kita new
4 Min Read

Palembang, beritakitanew.com –Polda Sumatera Selatan memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika dengan mendorong keterlibatan aktif masyarakat serta kolaborasi lintas sektor.

Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Fungsi Reserse Narkoba yang digelar di Palembang, Kamis (1/10/2026). Kegiatan mengusung tema “Strategi Penguatan Herd Immunity Policing guna Menanggulangi Kejahatan Narkotika dalam Rangka Ketahanan Ekonomi Nasional yang Produktif dan Inklusif”.

FGD dibuka Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., mewakili Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Forum tersebut menjadi wadah untuk menyusun strategi pencegahan narkotika yang lebih komprehensif dengan menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam membangun ketahanan bersama terhadap ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Dalam sambutan Kapolda Sumsel yang dibacakannya, Rony menekankan pentingnya mengedepankan langkah pencegahan dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.

“Kita tidak bangga dapat menangkap pelaku kejahatan, namun kita lebih bangga jika kejahatan itu bisa kita cegah dan menghasilkan rasa aman,” ujar Rony saat membacakan sambutan Kapolda Sumsel.

Menurutnya, konsep herd immunity policing diarahkan untuk membangun ketahanan kolektif di tengah masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, setiap elemen masyarakat diharapkan dapat mengambil peran dalam menjaga lingkungan masing-masing dari ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

“Masyarakat bukan hanya menjadi objek perlindungan, tetapi menjadi bagian aktif dari sistem pencegahan,” katanya.

Libatkan Lintas Sektor

FGD tersebut menghadirkan unsur BNNP Sumsel, DPRD Sumsel, pemasyarakatan, kejaksaan, Bappeda serta Universitas Sumatera Selatan.

Keterlibatan berbagai lembaga tersebut diarahkan untuk memperkuat strategi penanggulangan narkotika sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Sinergi lintas sektor dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman narkotika, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, penegak hukum, institusi pendidikan hingga masyarakat.

Melalui pendekatan kolaboratif, kesadaran kolektif diharapkan semakin kuat sehingga tercipta lingkungan yang lebih tangguh terhadap penyalahgunaan narkotika.

Rony menegaskan, sumber daya manusia yang sehat dan bebas dari narkoba merupakan salah satu modal penting dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional yang produktif dan inklusif.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas dan bekerja ikhlas dalam memperkuat upaya pencegahan serta penanggulangan narkotika.

Jadikan Perlindungan Generasi Muda Gerakan Bersama

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan narkoba.

“Polda Sumsel mendorong agar perlindungan terhadap generasi muda menjadi gerakan bersama. Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, kita ingin memperkuat pencegahan narkoba sekaligus mewujudkan semangat Polri untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, FGD tersebut diharapkan tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat memperkuat kerja sama dan langkah konkret dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika.

Polda Sumsel pun terus mendorong terbentuknya lingkungan yang mampu melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba sekaligus mendukung terciptanya sumber daya manusia yang sehat dan produktif.

Dengan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!”, Polda Sumsel mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan, melindungi generasi muda, serta membangun Sumatera Selatan yang aman, sehat dan produktif. (vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *