Inflasi Palembang Turun Jadi 2,40 Persen, Pemkot Perkuat Pengendalian Harga dan Pariwisata

berita kita new
4 Min Read

Palembang, beritakitanew.com –  Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus memperkuat upaya pengendalian inflasi sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata berbasis data.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Palembang Drs. Ratu Dewa, M.Si., dalam kegiatan rilis resmi perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) September 2026 dan Berita Resmi Statistik Pariwisata Kota Palembang.

Ratu Dewa mengatakan, transparansi serta penyampaian data secara berkala menjadi bagian penting dalam menentukan kebijakan pemerintah, khususnya dalam mengantisipasi perubahan harga berbagai komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi.

Berdasarkan perkembangan IHK Kota Palembang, tingkat inflasi pada September 2026 tercatat sebesar 2,40 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut menurun dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat sebesar 2,48 persen.

Angka tersebut masih berada dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus-minus 1 persen.

Sejumlah faktor turut memengaruhi perkembangan harga pada September 2026. Salah satunya dampak lanjutan fenomena El Nino serta kondisi cuaca panas dan kemarau panjang yang berpengaruh terhadap ketersediaan sejumlah komoditas pangan, termasuk cabai.

Kondisi cuaca tersebut menyebabkan bunga cabai rontok dan gagal panen di sejumlah daerah. Akibatnya, pasokan menjadi lebih terbatas dan berdampak terhadap kenaikan harga.

Selain komoditas pangan, perubahan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi juga menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan.

Harga Pertamax Turbo tercatat naik dari Rp18.700 menjadi Rp20.000 per liter. Sementara Dexlite meningkat dari Rp20.150 menjadi Rp24.200 per liter dan Pertamina Dex dari Rp21.650 menjadi Rp25.750 per liter.

Ketersediaan beras premium kemasan lima kilogram juga menjadi perhatian pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di Kota Palembang.

Perkuat Strategi 4K

Dalam upaya pengendalian inflasi, Pemkot Palembang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menerapkan strategi 4K, yakni ketersediaan, keterjangkauan atau kestabilan harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif.

Pada aspek ketersediaan, strategi dilakukan melalui kerja sama antardaerah, pelaksanaan operasi pasar dan rencana penambahan cadangan pangan.

Sementara dari sisi kestabilan harga, pemerintah mendorong pelaksanaan pasar murah di tingkat kecamatan dan kelurahan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mencegah terjadinya panic buying.

Untuk memastikan kelancaran distribusi, sejumlah langkah dilakukan melalui rehabilitasi jalan, revitalisasi pasar hingga pengaturan lalu lintas.

Sedangkan komunikasi efektif diperkuat melalui penyampaian informasi kepada masyarakat melalui berbagai media, serta koordinasi dengan daerah penghasil, distributor dan agen komoditas.

Perjalanan Wisatawan Nusantara Tumbuh

Di sektor pariwisata, perkembangan perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan Kota Palembang juga menunjukkan pertumbuhan.

Pada Agustus 2026, tercatat sebanyak 550.381 perjalanan wisatawan nusantara, atau meningkat 3,56 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Namun, tingkat hunian sejumlah hotel berbintang mengalami perubahan. Tingkat hunian hotel bintang empat pada Agustus 2026 tercatat sebesar 60,91 persen, turun dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 66,56 persen.

Sementara tingkat hunian hotel bintang lima tercatat 52,95 persen, turun dari 56,78 persen pada bulan sebelumnya.

Dari sisi rata-rata lama menginap, tamu pada hotel berbintang tercatat lebih tinggi dibandingkan hotel nonbintang. Rata-rata lama menginap di hotel berbintang mencapai 1,38 malam, sedangkan hotel nonbintang mencapai 1,14 hari.

Ratu Dewa menilai pengendalian inflasi dan pengembangan sektor pariwisata merupakan dua hal yang saling mendukung dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Menurutnya, ketersediaan pangan, stabilitas harga, kelancaran distribusi serta komunikasi publik yang efektif tidak hanya penting bagi masyarakat, tetapi juga turut menciptakan kondisi yang nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Palembang.

Pemkot Palembang juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang, TPID Kota Palembang serta seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

“Sinergi lintas sektor akan terus diperkuat dengan menjadikan data sebagai salah satu dasar dalam perumusan kebijakan, sehingga stabilitas ekonomi dan pembangunan Kota Palembang dapat terus berjalan secara berkelanjutan,” kata Ratu Dewa. (vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *