IWSS Sumsel Periode 2026-2031 Dilantik, Herman Deru Dorong Perempuan Jadi Mitra Strategis Pemerintah

berita kita new
7 Min Read

Palembang, beritakitanew.com – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wakil Gubernur Sumsel menghadiri silaturahmi bersama Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) sekaligus pelantikan Pengurus IWSS Wilayah Sumatera Selatan periode 2026-2031.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Rabu (9/9/2026), dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, organisasi perempuan, organisasi kemasyarakatan, pejabat pemerintah, serta perwakilan keluarga besar Sulawesi Selatan yang berdomisili di Sumatera Selatan.

Ketua DPW IWSS Sumatera Selatan, Andi Siti Nurbaya, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang telah memberikan dukungan dan memfasilitasi pelaksanaan pelantikan sekaligus silaturahmi tersebut.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan keluarga besar masyarakat Sulawesi Selatan yang hadir memberikan dukungan terhadap keberadaan IWSS di Sumatera Selatan.

“Terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu yang telah mendukung IWSS, mendoakan, memberikan ucapan serta perhatian. Semua ini merupakan bentuk kasih sayang kepada kami,” ujarnya.

Menurut Andi Siti Nurbaya, dukungan dari berbagai pihak menjadi motivasi bagi jajaran pengurus IWSS untuk menjalankan amanah organisasi dengan sebaik-baiknya.

Ia berharap kepengurusan baru IWSS Sumsel dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta berbagai organisasi lainnya dalam menjalankan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum IWSS, Dra. Hj. Andi Nurhiyati, M.Si., mengatakan IWSS merupakan wadah berkumpulnya perempuan asal Sulawesi Selatan yang kini tinggal dan beraktivitas di berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.

Ia menyebutkan, saat ini organisasi tersebut telah berkembang di 36 provinsi dan sekitar 150 kabupaten/kota. Bahkan, keberadaan IWSS juga telah menjangkau sejumlah negara, di antaranya Amerika Serikat, Kanada, Australia Barat, dan Malaysia.

“Ini adalah wadah berkumpulnya perempuan-perempuan dari Sulawesi Selatan yang berasal dari Sulawesi Selatan, tetapi tinggal di luar Sulawesi Selatan,” katanya.

Andi Nurhiyati menegaskan, keberadaan IWSS di daerah perantauan bukan hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga menjaga nama baik daerah asal sekaligus berkontribusi terhadap daerah tempat mereka tinggal.

Karena itu, ia meminta seluruh anggota IWSS Sumsel untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat setempat serta ikut mengambil bagian dalam pembangunan Sumatera Selatan.

“Jaga nama baik Sulawesi Selatan. Kita hidup di rantau dan harus mengawal budaya Sulawesi Selatan. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar program kerja organisasi tidak hanya bersifat seremonial atau terlalu tinggi secara konsep, tetapi harus menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Menurutnya, IWSS harus mampu membuat program sederhana namun memiliki dampak nyata, khususnya dalam penguatan ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan serta perlindungan perempuan dan anak.

“Kita berharap IWSS bisa bersinergi dengan pemerintah. Sumber daya perempuan yang ada harus diberdayakan untuk membantu berbagai program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan ketahanan keluarga serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” jelasnya.

Herman Deru: IWSS Harus Jadi Mitra Sejati Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus IWSS Sumsel yang baru dilantik.

Ia menilai keberadaan organisasi perempuan seperti IWSS memiliki posisi penting dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan.

Menurut Herman Deru, setidaknya terdapat sejumlah peran penting yang dapat dijalankan IWSS, mulai dari menghormati budaya daerah tempat tinggal, menjadi filter terhadap masuknya budaya asing yang tidak sesuai, hingga mempertahankan adat dan budaya warisan leluhur.

“Tugas organisasi yang pertama adalah menghormati budaya di mana kita berada. Kemudian menjadi benteng atau filter terhadap masuknya budaya asing, serta mempertahankan budaya dan adat yang diwariskan oleh leluhur,” kata Herman Deru.

Ia menegaskan, Sumatera Selatan merupakan daerah yang sangat heterogen dengan keberagaman suku dan budaya. Karena itu, seluruh organisasi kemasyarakatan, termasuk IWSS, harus mampu membangun hubungan harmonis dengan masyarakat setempat.

Herman Deru juga mengapresiasi karakter masyarakat Sulawesi Selatan yang dikenal memiliki semangat merantau, mampu beradaptasi, serta dapat diterima di berbagai daerah.

Menurutnya, kemampuan tersebut merupakan modal sosial yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

“Yang kita harapkan dari IWSS adalah menjadi mitra sejati pemerintah, bagaimana menjadikan perempuan lebih kokoh, berdaya guna dan tetap menjadi makhluk yang mulia,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberadaan IWSS bukan untuk sekadar menjadi organisasi yang memberikan dukungan kepada pemerintah, tetapi harus mampu mengambil peran aktif dalam berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Salah satunya adalah perlindungan perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.

Herman Deru mendorong IWSS untuk berkolaborasi dengan perangkat daerah dan lembaga terkait, khususnya instansi yang menangani pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“IWSS harus berani melawan kekerasan terhadap perempuan. Organisasi ini bisa berdialog dan berkolaborasi dengan dinas-dinas terkait sehingga dapat membantu tugas negara,” tegasnya.

Perempuan Harus Berani Berkarier

Selain perlindungan perempuan, Herman Deru juga mendorong kaum perempuan agar tidak ragu untuk berkarier dan meningkatkan kapasitas diri.

Menurutnya, perjuangan kesetaraan perempuan saat ini tidak lagi semata-mata berbicara mengenai emansipasi, tetapi bagaimana perempuan mampu menunjukkan kompetensi dan memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang.

“Perempuan tidak harus berkompetisi untuk mengalahkan laki-laki. Yang penting bagaimana perempuan menjadi lebih bernilai dan mampu memberikan kontribusi di lapangan,” katanya.

Ia berharap kepengurusan baru IWSS Sumsel periode 2026-2031 dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan memberikan manfaat yang luas.

Tidak hanya bagi anggota dan pengurus, tetapi juga bagi masyarakat Sumatera Selatan secara keseluruhan.

Herman Deru juga mengingatkan bahwa keberadaan organisasi harus diukur dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Ia kemudian mengutip pesan Rasulullah SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi orang lain.

“Semoga organisasi ini dapat bermanfaat, tidak hanya bagi anggotanya dan pengurusnya, tetapi bagi perempuan secara menyeluruh dan masyarakat luas,” pungkasnya. (vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *