Bebas Buta Huruf Al-Qur’an, 10.000 Santri Sumsel Ikuti Wisuda Akbar

berita kita new
3 Min Read

Palembang, beritakitanew.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus memperkuat komitmen dalam mendorong pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an sejak usia dini.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Tasyakuran Bebas Buta Huruf Al-Qur’an dan Wisuda Akbar 10.000 Santri TK/TPA BKPRMI, yang digelar di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Selasa (25/8/2026).

Mengusung tema “Menyiapkan Generasi Qur’ani Menyongsong Masa Depan Gemilang”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya membebaskan generasi muda Sumatera Selatan dari buta aksara Al-Qur’an sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan dan moral sejak dini.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan, keberhasilan 10.000 santri menyelesaikan pendidikan membaca Al-Qur’an merupakan capaian yang luar biasa. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni wisuda, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam membangun generasi yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Wisuda ini bukanlah akhir dari proses belajar, tetapi menjadi modal awal bagi para santri untuk terus meningkatkan kemampuan membaca, menghafal, memahami, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Herman Deru juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Pendidikan agama, kata dia, tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada lembaga pendidikan, karena orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam memberikan keteladanan dan membangun pondasi moral anak.

Terlebih, ibu memiliki peran sentral sebagai madrasah pertama bagi anak. Karena itu, keterlibatan aktif keluarga harus berjalan beriringan dengan peran para ustaz, ustazah, serta guru TK/TPA dalam mendidik generasi penerus.

Para tenaga pendidik keagamaan dinilai menjadi pilar penting yang membantu melengkapi keterbatasan orang tua dalam memberikan pendidikan agama dan pembentukan karakter kepada anak-anak.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, memastikan Pemkot Palembang memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program pendidikan Qur’ani tersebut.

Menurutnya, wisuda akbar 10.000 santri tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan anak-anak menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an, tetapi juga merupakan fondasi penting dalam membangun benteng moral dan mental generasi muda.

“Pendidikan Al-Qur’an harus terus diperkuat karena menjadi salah satu pondasi dalam membentuk anak-anak yang memiliki karakter, akhlak dan mental yang baik,” katanya.

Ke depan, sinergi antara Pemprov Sumsel, Pemkot Palembang, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), serta para tenaga pendidik keagamaan akan terus diperkuat.

Penguatan tersebut diarahkan agar program pendidikan Qur’ani dapat berkelanjutan dan menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk melalui pemanfaatan Rumah Tahfiz secara masif hingga tingkat kecamatan dan desa di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap lahir semakin banyak generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari serta bekal menghadapi tantangan masa depan. (Vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *