PALEMBANG, beritakita.com – Ketua Komisi II DPRD Kota Palembang, Ilyas Hasbullah, menyoroti masih rendahnya penyerapan program kredit bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan bunga ringan yang disediakan pemerintah.
Menurut Ilyas, program tersebut menawarkan bunga sekitar 2 persen. Bahkan, bagi debitur yang disiplin dan lancar dalam melakukan pembayaran angsuran, bunga pinjaman dapat memperoleh insentif hingga menjadi 0 persen sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Namun demikian, tidak semua pelaku UMKM dapat langsung memperoleh fasilitas pinjaman tersebut. Setiap calon penerima harus melalui proses seleksi dan verifikasi yang ketat.
“Jadi tidak ujug-ujug semua UMKM langsung diberikan pinjaman. Ada persyaratan yang harus dipenuhi dan dilakukan pengecekan terlebih dahulu melalui BI Checking atau sistem informasi riwayat kredit yang menjadi acuan perbankan, serta verifikasi sesuai ketentuan OJK,” ujar Ilyas, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, salah satu penyebab rendahnya realisasi program tersebut adalah masih banyak pelaku UMKM yang memiliki riwayat kredit bermasalah atau masih memiliki pinjaman yang belum diselesaikan di lembaga keuangan lain.
“Kalau masih ada tunggakan atau kredit yang belum lunas, tentu akan menjadi pertimbangan pihak bank. Karena itu, calon penerima harus memiliki catatan kredit yang baik agar bisa lolos dalam proses seleksi,” katanya.
Ilyas menilai, minimnya jumlah penerima program bukan semata-mata karena keterbatasan anggaran, melainkan lebih disebabkan oleh banyaknya pelaku usaha yang belum memenuhi persyaratan administrasi maupun kelayakan kredit.
Selain itu, ia juga menilai sosialisasi program kepada masyarakat masih perlu ditingkatkan agar lebih banyak pelaku UMKM memahami mekanisme, syarat, dan manfaat program pembiayaan tersebut.
“Saya melihat sosialisasinya masih kurang. Masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa ini bukan bantuan hibah, melainkan pinjaman yang harus dikembalikan sesuai perjanjian,” tegasnya.
Komisi II DPRD Kota Palembang berharap Dinas Koperasi dan UMKM bersama pihak perbankan dapat terus memperluas edukasi kepada pelaku usaha mengenai pentingnya menjaga riwayat kredit serta meningkatkan literasi keuangan, sehingga semakin banyak UMKM yang dapat mengakses pembiayaan untuk mengembangkan usahanya.
Ilyas juga mengingatkan agar setiap pelaku usaha yang memperoleh fasilitas pembiayaan memiliki komitmen untuk memenuhi kewajibannya. Dengan demikian, program kredit berbunga rendah tersebut dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi lebih banyak pelaku UMKM di Kota Palembang. (vie)

