Transformasi Digital Bukan Sekadar Teknologi, Banyuasin Siapkan Langkah Menuju Smart City

berita kita new
3 Min Read

Banyuasin, beritakitanew.com – Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan sebagai langkah mendukung terwujudnya Kabupaten Banyuasin yang cerdas atau Smart City.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng., saat menghadiri sekaligus memberikan materi pada kegiatan Sosialisasi Transformasi Pemerintah Digital dalam Mendukung Kabupaten/Kota Cerdas (Smart City) di Ballroom OPI Indah Hotel, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 18–19 Agustus 2026, tersebut diikuti perwakilan perangkat daerah, kecamatan, serta unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Kegiatan menghadirkan narasumber Dr. Kasyful Amron, S.T., M.Sc., dan Itsar Irsyada Surga, S.T., selaku praktisi SmartID.

Dalam sambutannya, Erwin Ibrahim menegaskan bahwa transformasi digital merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan, terutama untuk meningkatkan tata kelola, pengelolaan data, pengambilan keputusan, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak dapat dibebankan kepada satu perangkat daerah saja. Seluruh perangkat daerah memiliki peran sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

“Keberhasilan transformasi digital bukan tanggung jawab satu perangkat daerah saja. Setiap perangkat daerah memiliki peran dalam pengelolaan data, layanan, proses bisnis, dan inovasi masing-masing. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Erwin.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Banyuasin, Hj. Ida Bahagia, S.H., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Banyuasin dalam mendukung transformasi Pemerintah Digital sekaligus pengembangan Smart City di Kabupaten Banyuasin.

Dalam pemaparannya, Dr. Kasyful Amron menekankan bahwa transformasi Pemerintah Digital tidak semata-mata berkaitan dengan penerapan teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan tata kelola pemerintahan secara menyeluruh.

Ia menjelaskan, pergeseran dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju Pemerintah Digital mengubah orientasi pemerintahan, dari sekadar mengejar kematangan sistem menjadi berfokus pada dampak layanan dan kepuasan pengguna.

Masyarakat, kata dia, harus ditempatkan sebagai mitra dalam penyelenggaraan pemerintahan sehingga transformasi digital benar-benar menghasilkan layanan yang lebih mudah, cepat, efektif, dan bermanfaat.

“Transformasi tak bicara soal siapa paling hebat, transformasi bicara soal siapa yang mau terlibat, karena transformasi bukan hasil satu tangan, tapi ribuan niat yang jalan beriringan,” kata Kasyful.

Sekda Erwin berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan secara aktif dan mampu menghasilkan tindak lanjut yang dapat diterapkan di perangkat daerah masing-masing.

Ia juga meminta Dinas Kominfo-SP bersama seluruh perangkat daerah untuk mengawal hasil sosialisasi agar transformasi digital dan pengembangan Smart City di Kabupaten Banyuasin tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi dapat diwujudkan secara nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Transformasi digital harus menghasilkan perubahan yang nyata dalam pelayanan dan tata kelola pemerintahan. Karena itu, hasil kegiatan ini harus ditindaklanjuti bersama,” tegasnya. (vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *