Banyuasin, beritakitanew.com – Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, SP di dampingi Sekretaris Daerah Ir. Erwin Ibrahim, S.T.,MM.,M.BA.,IPU ASEAN ENG menerima kunjungan silaturahmi Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) sekaligus sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Banyuasin, rapat berlangsung di Guest House Rumah Dinas Bupati, Jumat (28/8).
Penurunan Satuan Tugas (Satgas) TNI tersebut merupakan tindak lanjut instruksi dari Presiden RI Prabowo Subianto, sekaligus bentuk kehadiran negara dalam mengantisipasi ancaman karhutla di tengah kondisi panas ekstrem yang berpontensi meningkatkan resiko kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia termasuk di Kabupaten Banyuasin.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian dari Mabes TNI terhadap kondisi wilayah Kabupaten Banyuasin. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam mengantisipasi terjadinya karhutla. Selain sebagai ajang silaturahmi kegiatan ini juga sebagai wadah untuk bertukar informasi dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mewujudkan Kabupaten Banyuasin yang aman, nyaman, bebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Tentunya Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyambut baik silaturahmi ini sebagai bentuk penguatan koordinasi dan komunikasi antar lembaga. Pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar lingkungan tetap terjaga dan masyarakat terhindar dari dampak bencana asap,” ujar Wabup.
Wabup menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus berkomitmen mendukung berbagai program pencegahan karhutla melalui peningkatan koordinasi lintas sektor, penguatan peran pemerintah kecamatan dan desa, serta sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat. Untuk itu Mabes TNI selama 10 hari kedepan akan melakukan penyuluhan di 8 Kecamatan yang terdampak dari 21 Kecamatan antara lain Kecamatan Rantau Bayur, Kecamatan Makarti Jaya, Kecamatan Banyuasin lll, Kecamatan Betung, Kecamatan Rambutan, Kecamatan Banyuasin l, Kecamatan Pulau Rimau, Kecamatan Talang Kelapa.
“Adanya sinergitas dan hubungan baik yang telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan TNI dapat terus ditingkatkan demi mendukung pembangunan daerah, menjaga keamanan wilayah, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat. Untuk itu BPBD juga sudah ada 4 posko yang bisa mengantisipasi ketika ada kebakaran,” pungkasnya.
Pada kesempatan ini, Sekretaris Daerah Erwin Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada Mabes TNI atas dukungan personel dalam membantu pemerintah daerah mencegah dan menanggulangi karhutla. Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat menjadi kunci menghadapi ancaman karhutla terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai resiko kebakaran di lahan gambut. Untuk itu agar mencegahnya harus rajin melakukan patroli, pencegahan pembukaan lahan, pengelolaan lahan gambut, penguatan masyarakat, pengawasan perusahaan, kesiagaan TNI Polri, edukasi dengan masyarakat.
“Kabupaten Banyuasin menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena sebagian besar wilayahnya merupakan lahan gambut yang memiliki kerentanan dengan kedalaman 3 meter terhadap kebakaran yang bisa menimbulkan kembali spot-spot api. Sangat pentingnya edukasi agar masyarakat memahami pola dan dinamika karhutla dengan pemahaman tersebut pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin serta penanganan dapat bergerak cepat apabila kebakaran terjadi,” jelasnya.
Sementara itu, Brigjen TNI Ginting juga memberikan sosialisasi terkait langkah-langkah strategis pencegahan Karhutla. Peningkatan kesiap siagaan dilapangan serta pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam membuka area perkebunan maupun pertanian. Untuk langkah awal Mabes TNI dan rombongan akan melakukan penyuluhan terkait penanganan Karhutla ke 8 Kecamatan di Kabupaten Banyuasin.
“Melalui kehadiran Satgas Mabes TNI ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu daerah menghadapi ancaman karhutla. Mulai besok tim akan turun langsung memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla, langkah pencegahan, serta penanganan apabila kebakaran terjadi. Karena Banyuasin berada di lahan gambut ibarat berada di dekat tungku api yang sewaktu-waktunya dapat terbakar karena itu perlu di antisipasi oleh semua pihak,” ungkap Brigjen Ginting.
Dalam pertemuan tersebut hadir Kolonel Laut Agus Wahyu, Kolonel Laut Dadan, Kolonel Laut Abdurahman, Kolonel ADM Dodi Harjon, Kolonel Sus Suparman, Anggota DPRD Banyuasin Sucipto, SH, Dandim 0430 diwakili Kasdim Letkol Infantri Drs. Saibudin, Kapolres Banyuasin diwakili Kabag SDM, Ketua Pengadilan Negeri diwakili Hakim, Kajari diwakili Kasi Datun, Para Kepala OPD yang mewakili. (vie)

