PGRI Sumsel Perkuat Persatuan, Dualisme Kepengurusan Jadi Sorotan Konkerprov I

berita kita new
4 Min Read

Palembang, beritakitanew.com – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Selatan menggelar Konferensi Kerja Provinsi I (Konkerprov I) di Wyndham OPI Hotel Palembang, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan ini menjadi forum evaluasi dan perumusan program kerja organisasi sekaligus momentum memperkuat solidaritas di tengah dinamika internal yang berkembang dalam tubuh PGRI.

Ketua III Pengurus Besar (PB) PGRI, Dian Mahsunah, menegaskan bahwa konferensi kerja merupakan agenda strategis organisasi pasca kongres. Selain menjadi wadah evaluasi dan penyusunan program kerja, kegiatan ini juga bertujuan mempererat kebersamaan antaranggota.

“Melalui konferensi kerja ini, kami ingin terus menjaga kekompakan organisasi. PGRI harus tetap solid dan solider, saling membantu, serta mengedepankan semangat kekeluargaan dalam menjalankan roda organisasi,” ujarnya.

Menurut Dian, PGRI sebagai organisasi profesi selalu menjalankan seluruh mekanisme berdasarkan konstitusi dan aturan yang berlaku. Karena itu, setiap dinamika yang muncul harus disikapi secara bijak dan diselesaikan melalui jalur organisasi.

Ia menegaskan bahwa kongres merupakan forum tertinggi dalam tubuh PGRI. Kongres terakhir telah dilaksanakan pada 2024 dengan melibatkan perwakilan anggota dari seluruh provinsi untuk memilih kepengurusan PB PGRI.

“Seluruh proses organisasi telah diatur secara jelas dalam konstitusi PGRI, mulai dari tingkat cabang hingga kongres sebagai forum tertinggi organisasi. Karena itu, setiap dinamika yang terjadi harus diselesaikan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua I PGRI Sumsel, Lukman Haris, menjelaskan bahwa Konkerprov I merupakan agenda tahunan yang wajib dilaksanakan sebagai wadah evaluasi sekaligus perencanaan program organisasi.

Menurutnya, agenda utama konferensi meliputi evaluasi program kerja tahun 2025, penyusunan program kerja tahun 2026, serta perumusan pernyataan sikap terhadap berbagai persoalan pendidikan dan organisasi di Sumatera Selatan.

“Konferensi ini dihadiri perwakilan dari 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan dengan total 110 peserta. Sejak Kamis malam, peserta telah mengikuti berbagai sidang organisasi, mulai dari pembahasan tata tertib, laporan pertanggungjawaban hingga penyampaian pandangan umum daerah,” ujarnya.

Lukman menambahkan, berbagai masukan dari daerah menjadi bahan evaluasi penting untuk memperkuat peran PGRI dalam menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Ia juga menyoroti adanya dinamika berupa dualisme kepengurusan yang berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan anggota maupun masyarakat.

“Yang kami khawatirkan adalah munculnya kebingungan di kalangan guru dan masyarakat. Bagi mereka yang memahami hukum organisasi tentu dapat membedakan, namun bagi sebagian anggota dan masyarakat awam kondisi ini bisa menimbulkan kesalahpahaman,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya mengajak seluruh anggota PGRI tetap berpedoman pada aturan organisasi dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami berharap seluruh anggota tetap menjaga persatuan dan soliditas organisasi. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan di luar organisasi,” tegas Lukman.

Terpisah, Kepala Kesbangpol Sumsel, Arinarsa, berharap Konkerprov I PGRI Sumsel dapat berlangsung aman, lancar, dan menghasilkan berbagai rekomendasi yang berdampak positif bagi kemajuan dunia pendidikan.

“Hasil konferensi kerja ini diharapkan mampu melahirkan program-program strategis yang mendukung kemajuan pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan,” katanya. (vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *