Sosialisasi P4GN di Talang Kelapa, Netta: Jangan Sampai Anak Kita Terjerumus Narkoba

berita kita new
4 Min Read

Banyuasin, beritakitanew.com – Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Banyuasin menggelar sosialisasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) di Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., yang juga menjabat sebagai Ketua BNK Banyuasin. Sosialisasi diikuti unsur pemerintahan desa, organisasi perempuan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Netta Indian menegaskan pentingnya sosialisasi bahaya narkoba dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya menyasar generasi muda, tetapi juga harus melibatkan orang tua dan masyarakat secara luas.

“Jangan sampai anak-anak kita menggunakan yang namanya narkoba. Kalau kita sudah berurusan dengan narkoba, bukan hanya masa depan sekarang, tetapi masa depan yang akan datang juga terganggu,” ujar Netta.

Ia menilai kaum perempuan, khususnya para ibu, memiliki posisi strategis dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga.

Menurutnya, edukasi kepada ibu-ibu dapat memberikan dampak luas karena seorang ibu dapat berperan dalam mengawasi kondisi anak, suami, sekaligus lingkungan keluarga.

“Kalau kita memberikan sosialisasi kepada ibu-ibu, kita bisa langsung mendapatkan satu rumah, ada ayahnya, ada anak-anaknya. Bahkan bisa mendapatkan bonus tetangga kiri dan kanan,” katanya.

Netta juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penyelundupan dan peredaran narkoba yang semakin beragam. Ia mencontohkan modus penyembunyian narkotika pada bagian kendaraan yang sulit terlihat.

Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

Netta mengatakan, Pemkab Banyuasin bersama BNK akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, kejaksaan, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga jajaran pemerintahan untuk memperkuat pencegahan narkoba.

“Jangan berkecil hati kalau ada yang ingin berdiskusi atau bercerita. Silakan dikonsultasikan. Bisa datang ke kantor, kepada pihak terkait, atau juga kepada saya,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki anggota keluarga yang telah terdampak penyalahgunaan narkoba agar tidak menutup diri. Menurutnya, penanganan dan pendampingan perlu dilakukan agar korban dapat memperoleh bantuan serta tidak kembali menggunakan narkoba.

Netta menambahkan, persoalan narkoba dapat berdampak luas terhadap kehidupan keluarga dan sosial masyarakat. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga.

“Sebagai istri di rumah dan sebagai ibu dari anak-anak, kita harus terus mengingatkan bahaya narkoba. Jangan sampai anak-anak kita menggunakan narkoba,” tegasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, BNK Banyuasin berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika semakin meningkat, sekaligus memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba.

Sementara itu, Upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kabupaten Banyuasin dinilai tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum oleh aparat kepolisian.

Peran masyarakat, tokoh agama, ibu-ibu pengajian, hingga pemerintah desa dan kelurahan dinilai sangat penting untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Syamsuri dalam kegiatan penyuluhan bahaya narkoba yang digelar Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Banyuasi.

Syamsuri mengajak seluruh masyarakat, khususnya ibu-ibu pengajian, untuk ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, apabila masyarakat mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan atau dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggal, jangan dibiarkan. Masyarakat diminta segera melaporkannya kepada kepala desa, lurah, maupun pihak kepolisian.

“Kalau ada aktivitas yang mencurigakan, ada tetangga yang diduga terlibat narkoba, segera laporkan kepada kepala desa, lurah atau pihak kepolisian. Jangan sampai kita diam, karena pencegahan ini membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran kepala desa dan lurah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Setiap kegiatan yang melibatkan banyak warga, baik kegiatan sosial maupun keagamaan, dapat dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan pesan bahaya narkoba.

“Terutama kepala desa dan lurah. Kalau ada kegiatan masyarakat, termasuk acara pernikahan, kegiatan keagamaan, pengajian dan acara lainnya, mari sisipkan pesan-pesan tentang bahaya narkoba,” katanya. (vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *