Dapat Bantuan Alat Tenun dari PLN, Perajin Songket Banyuasin Kini Bisa Jual Produk Sendiri

berita kita new
3 Min Read

Banyuasin, beritakitanew.com — Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, mendorong para perajin kain songket untuk terus meningkatkan produksi sekaligus memperluas pemasaran agar kerajinan khas daerah tersebut semakin dikenal dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Salah satu usulan menarik yang disampaikan Netta adalah menitipkan hasil produksi kain songket di toko-toko yang menjual pempek, khususnya toko yang menjadi tujuan wisatawan maupun masyarakat dari luar daerah.

“Untuk meningkatkan semangat para perajin kain songket agar hasil produksinya lebih laku, saya kira tidak ada salahnya menitipkan produksi kain songket di toko-toko yang menjual pempek,” ujar Netta.

Menurutnya, banyak masyarakat dari dalam maupun luar daerah yang datang ke Palembang untuk membeli pempek serta berbagai produk khas Sumatera Selatan, termasuk kopi Pagar Alam.

Kondisi tersebut, kata Netta, dapat menjadi peluang bagi para perajin songket untuk memperluas pasar. Pemerintah daerah akan berupaya membantu membuka akses pemasaran dengan mendorong agar produk songket hasil karya perajin dapat dititipkan di sejumlah toko ternama yang menjual makanan dan produk khas Sumatera Selatan.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memberikan motivasi kepada para perajin untuk terus mempertahankan keterampilan menenun yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bantuan Peralatan Dongkrak Produksi Perajin

Sementara itu, bantuan peralatan menenun dan bahan benang dari PLN disambut positif para perajin kain songket. Kartika, salah seorang perajin sekaligus Ketua Kelompok Pengrajin Kain Songket Jaya Bersama, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut.

Menurutnya, bantuan peralatan dan bahan baku membuat kegiatan produksi songket di kelompoknya kembali bergairah. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi para perajin untuk meningkatkan pendapatan dan membantu perekonomian keluarga.

“Saya menjadi penenun kain songket sudah lama dengan modal pribadi. Dengan bantuan peralatan dan benang yang diberikan pihak PLN kepada ibu-ibu perajin, saya berharap geliat usaha kain songket tumbuh kembali sehingga bisa meningkatkan ekonomi keluarga,” ujar Kartika.

Kartika menjelaskan, sebelum mendapatkan bantuan peralatan dan bahan benang, dirinya bersama sejumlah perajin hanya dapat bekerja sebagai tenaga penenun dengan sistem upah. Mereka memproduksi kain berdasarkan pesanan atau milik pemilik usaha.

Namun, setelah memperoleh bantuan peralatan dan bahan baku, para perajin memiliki kesempatan untuk memproduksi kain songket secara mandiri. Hasil produksi tersebut kemudian dapat mereka pasarkan sendiri dengan harga jual yang lebih baik.

Menurutnya, dukungan peralatan produksi dan perluasan akses pemasaran menjadi dua hal penting untuk menjaga keberlangsungan usaha para perajin songket.

Kegiatan pemberdayaan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam melestarikan kain songket sebagai salah satu warisan budaya Sumatera Selatan, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya para perajin di Kabupaten Banyuasin. (vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *