Banyuasin, beritakitanew.com — Pemerintah Kabupaten Banyuasin bersama jajaran TNI, kelompok tani dan masyarakat menggelar panen raya padi di Desa Gelebek Dalam, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Rabu (12/8/2026).
Panen raya tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah, TNI, petani dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan produksi pangan sekaligus menjaga Kabupaten Banyuasin sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.
Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., mengatakan capaian sektor pertanian Banyuasin merupakan hasil kerja bersama, bukan hanya pemerintah maupun TNI, tetapi juga berkat kerja keras para petani yang secara konsisten mengelola lahan dan meningkatkan produktivitas.
“Ini merupakan kolaborasi yang kompak. Kabupaten Banyuasin pada tahun 2026 memperoleh penghargaan karena menjadi nomor satu dalam peningkatan produksi gabah padi di Republik Indonesia. Kita juga berada di peringkat ketiga dalam pencapaian hasil padi setelah Cianjur dan Karawang,” ujar Netta.
Menurutnya, keberhasilan tersebut harus dipertahankan melalui sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, penyuluh pertanian dan para petani.
Netta juga mengapresiasi produktivitas padi di lokasi panen yang mencapai sekitar 8,4 ton per hektare. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kualitas dan potensi pertanian di Kecamatan Rambutan, khususnya Desa Gelebek Dalam.
Ia menyebut harga gabah di tingkat petani saat ini juga cukup menggembirakan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, harga gabah di wilayah tersebut mencapai sekitar Rp7.700 per kilogram.
“Kalau melihat kualitas seperti ini memang kualitasnya tinggi. Dalam satu hektare kita bisa mencapai 8,4 sampai 8,5 ton. Ini harus terus dipertahankan,” katanya.
Data pertanian menunjukkan luas baku sawah di Kecamatan Rambutan mencapai 5.219 hektare. Sementara luas baku sawah di Desa Gelebek Dalam mencapai 1.426 hektare, dengan luas optimasi lahan rawa (OPLA) sekitar 698 hektare.
Adapun lahan yang dipanen dalam kegiatan tersebut mencapai tiga hektare dengan hasil ubinan sekitar 8,4 ton per hektare.
Netta menegaskan Pemkab Banyuasin akan terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian, termasuk membantu petani melalui dukungan sarana dan prasarana pertanian serta pendampingan di lapangan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga lahan pertanian pangan dari alih fungsi. Menurutnya, lahan yang telah ditetapkan sebagai kawasan tanaman pangan harus dipertahankan sesuai ketentuan karena terdapat konsekuensi hukum bagi pelanggaran alih fungsi lahan.
Selain itu, Netta mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di wilayah Banyuasin yang memiliki kawasan bergambut.
“Jangan merokok sembarangan, terutama ketika berada di kebun atau lahan. Puntung rokok yang dibuang sembarangan bisa memicu kebakaran. Karena daerah kita banyak yang bergambut, memadamkan api bisa membutuhkan waktu yang sangat lama,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin yang hadir mewakili Ketua DPRD Banyuasin menyampaikan apresiasi kepada para petani Desa Gelebek Dalam yang telah mencurahkan tenaga dan sumber daya selama beberapa bulan hingga menghasilkan panen raya.
Ia menegaskan DPRD Banyuasin akan terus mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
“Bukan hanya penilaian atau capaian produksi yang kita inginkan, tetapi bagaimana ke depan kesejahteraan para petani terus kita tingkatkan,” katanya.
Menurutnya, DPRD akan terus mengawal dukungan terhadap sektor pertanian, termasuk dalam pembahasan anggaran untuk pengadaan alat pertanian, pupuk serta berbagai kebutuhan lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Letkol Armed Arif Budiman, S.Sos., M.M., yang mewakili Danrem 044/Gapo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin, jajaran TNI, dinas pertanian, penyuluh serta kelompok tani yang telah bekerja sama mendukung ketahanan pangan nasional.
Ia mengatakan panen raya tersebut merupakan bukti bahwa sektor pertanian Banyuasin terus menunjukkan perkembangan positif.
“Berdasarkan hasil ubinan pada lokasi panen hari ini, produktivitas padi mencapai 8,4 ton per hektare. Ini capaian yang luar biasa dan patut kita syukuri bersama,” katanya.
Menurut Arif, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penggunaan benih unggul, salah satunya varietas Inpari 49, penerapan budidaya pertanian yang baik serta dukungan berbagai pihak dalam pengelolaan lahan.
Ia menyebut kawasan optimasi lahan di Desa Gelebek Dalam mencapai sekitar 698 hektare dan menjadi potensi besar untuk meningkatkan produksi pangan Banyuasin maupun Sumatera Selatan.
Sementara luas OPLAS/optimasi lahan rawa tahun 2025 di wilayah Banyuasin tercatat sekitar 600.905 hektare sesuai data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
“Lokasi yang dipanen hari ini seluas tiga hektare dan menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan swasembada pangan nasional sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
Arif menegaskan TNI melalui jajaran Korem 044/Gapo akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat untuk mendukung program pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Ia berharap panen raya tersebut menjadi motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
“Kami yakin Kabupaten Banyuasin akan terus menjadi salah satu lumbung pangan utama di Sumatera Selatan bahkan di Indonesia,” katanya.
Dalam kegiatan panen raya tersebut, selain pelaksanaan panen padi, turut diberikan tali asih kepada 10 warga sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat.
Panen raya di Desa Gelebek Dalam pun menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, DPRD, penyuluh, kelompok tani dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Banyuasin. (Vie)

