Banyuasin, beritakitanew.com – Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja kembali menggelar kegiatan Job Fair atau Bursa Kerja Tahun 2026 sebagai upaya menekan angka pengangguran dan membuka kesempatan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat.
Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH., mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun, bahkan bisa digelar lebih dari satu kali dalam setahun sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Kegiatan ini rutin kita laksanakan setiap tahun, bahkan bisa dua kali. Kalau memungkinkan, saya ingin tiga kali, bahkan kalau perlu setiap hari ada kegiatan seperti ini karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan,” ujar Askolani.
Pada Job Fair kali ini, sebanyak 30 perusahaan ikut berpartisipasi dengan total kebutuhan tenaga kerja mencapai 2.117 orang. Menurut Askolani, jumlah tersebut merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh para pencari kerja, khususnya warga Banyuasin.
Selain lowongan kerja dari berbagai perusahaan, pemerintah juga membuka peluang pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai persiapan tenaga kerja yang ingin bekerja di dalam maupun luar negeri.
“Ini ruang yang sangat baik dan kesempatan emas bagi anak-anak kita yang belum bekerja untuk mendapatkan pekerjaan. Pemerintah Kabupaten Banyuasin hadir sebagai penghubung antara perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan,” katanya.
Askolani bahkan mengibaratkan peran pemerintah sebagai “biro jodoh” yang mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja.
“Kami mempertemukan yang membutuhkan tenaga kerja dengan yang membutuhkan pekerjaan. Di sinilah tempatnya bertemu sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia optimistis seluruh kebutuhan tenaga kerja sebanyak 2.117 orang tersebut dapat terpenuhi. Jika terealisasi, angka pengangguran di Banyuasin diperkirakan akan berkurang secara signifikan.
Saat ini, jumlah pengangguran terdaftar di Banyuasin mencapai sekitar 8.000 orang. Dengan terserapnya lebih dari dua ribu tenaga kerja melalui Job Fair ini, angka tersebut diyakini akan terus menurun.
Berdasarkan data yang ada, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Banyuasin juga menunjukkan tren positif. Angkanya turun dari 3,26 persen menjadi sekitar 2,8 persen.
“Hampir turun 0,5 persen. Insya Allah tahun ini akan turun lagi. Ini menjadi harapan kita bersama,” ujarnya.
Kepada para pelamar, Askolani berpesan agar mengikuti seluruh proses dan persyaratan yang ditetapkan perusahaan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, disiplin, serta bekerja dengan penuh tanggung jawab ketika nantinya diterima bekerja.
“Ikuti proses dan prosedur yang ada. Setelah diterima bekerja, bekerjalah dengan baik, jujur, memiliki moralitas yang baik, dan totalitas dalam bekerja. Tunjukkan bahwa masyarakat Banyuasin memiliki kualitas dan etos kerja yang tinggi,” tegasnya.
Diketahui, sebagian besar perusahaan peserta Job Fair berasal dan beroperasi di wilayah Kabupaten Banyuasin, meskipun terdapat beberapa perusahaan dari luar daerah yang memiliki cabang usaha di Banyuasin. (vie)

