Dana Desa Dipangkas, Penerima BLT-DD di Desa Murah Sugih Turun dari 24 Menjadi 4 KPM

berita kita new
3 Min Read

Banyuasin, beritakitanew.com  – Pemerintah Desa Murah Sugih, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun Anggaran 2026 kepada empat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk periode Januari hingga Juni 2026, Kamis (18/06/2026) bertempat di kantor Desa Muara Sugih.

Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan yang bersumber dari Dana Desa. Penyaluran bantuan tersebut diprioritaskan bagi warga lanjut usia (lansia) yang tergolong tidak mampu dan membutuhkan perhatian khusus.

Kepala Desa Murah Sugih, Muhammad Harun, mengatakan jumlah penerima BLT-DD tahun ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika pada tahun 2025 terdapat 24 KPM yang menerima bantuan, maka pada tahun 2026 hanya empat KPM yang ditetapkan sebagai penerima manfaat.

Menurut Harun, berkurangnya jumlah penerima BLT-DD merupakan dampak dari adanya pengurangan alokasi Dana Desa akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

“Tahun ini penerima BLT-DD hanya empat KPM. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mencapai 24 KPM. Pengurangan tersebut terjadi karena adanya pemotongan anggaran Dana Desa dari pemerintah pusat sebagai bagian dari kebijakan efisiensi,” ujar Harun.

Ia menjelaskan, penetapan empat penerima manfaat tersebut telah melalui musyawarah dan rapat desa. Pemerintah desa memastikan bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan, khususnya para lansia yang masuk kategori tidak mampu.

“Empat penerima manfaat ini merupakan hasil kesepakatan melalui rapat desa. Mereka memang tergolong lansia dan kondisi ekonominya kurang mampu sehingga layak menerima bantuan,” katanya.

Harun berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi para lansia, bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk membeli susu, suplemen kesehatan tulang, sembako, maupun kebutuhan pokok lainnya.

Selain penyaluran BLT-DD, Pemerintah Desa Murah Sugih juga berencana melaksanakan pembangunan infrastruktur desa melalui Dana Desa. Namun, kegiatan tersebut kemungkinan baru akan direalisasikan pada pencairan Dana Desa tahap kedua.

“Untuk tahap pertama ini kami fokus pada penyaluran BLT-DD.Sementara pembangunan infrastruktur desa kemungkinan akan dilaksanakan setelah pencairan Dana Desa tahap kedua,” jelasnya.

Meski jumlah penerima BLT-DD berkurang, Harun memastikan warga yang sebelumnya menerima bantuan tetap mendapat perhatian dari pemerintah desa.

Sejumlah program bantuan sosial lainnya, termasuk pemberian susu bagi lansia, akan tetap dilanjutkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Dengan adanya bantuan tersebut, Pemerintah Desa Murah Sugih berharap kesejahteraan warga, khususnya kelompok rentan dan lanjut usia, dapat terus terjaga di tengah keterbatasan anggaran yang ada. (vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *