Pagar Kantor Gubernur Roboh Saat Demo, Kasat Pol PP Sumsel: Pengendalian Massa Kewenangan Polri

berita kita new
2 Min Read

Palembang, beritakitanew.com –  Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Sumatera Selatan, Maha Resi Tama, menegaskan bahwa pengamanan dan pengendalian aksi unjuk rasa merupakan kewenangan kepolisian.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul robohnya pagar pintu masuk kompleks Kantor Gubernur Sumatera Selatan saat aksi Aliansi Rakyat Sumsel beberapa waktu lalu.

Menurut Tama, Satpol PP memiliki tugas menjaga keamanan aset dan fasilitas milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Sementara pengamanan serta pengendalian massa dalam aksi demonstrasi merupakan kewenangan kepolisian.

“Terkait pengrusakan fasilitas umum, kami serahkan kepada pihak yang berwenang. Tugas Pol PP menjaga aset, sementara kewenangan pengendalian demo ada di Polri,” ujar Tama.

Pagar pintu masuk kompleks Kantor Gubernur Sumsel roboh ketika massa aksi berupaya masuk ke area perkantoran untuk menyampaikan aspirasi. Sebelumnya, massa mempersoalkan akses masuk yang dalam kondisi tertutup.

Tama menjelaskan, Satpol PP akan membuka akses apabila pihak kepolisian mengizinkan massa masuk melalui pintu tersebut.

“Seandainya Polri mengizinkan untuk masuk melalui pintu, kami bukakan pintu, karena itu menjadi tanggung jawab kepolisian,” katanya.

Ia juga mengapresiasi sikap koordinator aksi, Carma Afrianto, yang menyatakan kesediaannya bertanggung jawab atas kerusakan pagar tersebut.

“Alhamdulillah, Bung Carma akan bertanggung jawab memperbaiki pagar yang roboh,” ujar Tama.

Imbau Personel Kedepankan Sikap Persuasif

Tama mengatakan situasi aksi secara umum dapat dikendalikan. Ia mengapresiasi kerja sama antara Satpol PP dan kepolisian sehingga aksi berlangsung relatif kondusif.

“Alhamdulillah, tidak terjadi tindakan anarkis dari pendemo. Massa aksi dapat dikendalikan berkat kerja sama Pol PP dan pihak kepolisian, Polrestabes Kota Palembang,” katanya.

Ia mengingatkan seluruh personel Satpol PP untuk tetap mengedepankan sikap tenang dan persuasif ketika menghadapi massa aksi.

Tama meminta anggotanya tidak mudah terpancing oleh situasi di lapangan serta tetap menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Saya mengimbau kepada seluruh personel untuk tetap tenang dan sabar menghadapi aksi demo serta tidak melakukan tindakan di luar aturan,” ujarnya. (vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *