GP Ansor Prabumulih Pelajari Tata Kelola BMT NU Sidoarjo, Perkuat Kemandirian Ekonomi Umat

berita kita new
3 Min Read

Sidoarjo, beritakitanew.com  – Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, melaksanakan studi banding ke Baitul Maal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT NU) Sidoarjo, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan mempelajari tata kelola serta strategi pengembangan lembaga keuangan syariah berbasis organisasi guna memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Studi banding tersebut menjadi wadah bertukar pengalaman mengenai pengelolaan BMT, pengembangan usaha berbasis syariah, serta peran organisasi kemasyarakatan dalam mendorong kesejahteraan umat dan mendukung program pemerintah di bidang ekonomi kerakyatan.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Sidoarjo M. Roni Yudianto, Manajer BMT NU Sidoarjo Rizki Ansanta, Ketua PC GP Ansor Sidoarjo Choirul Mu’minin, Wakil Sekretaris LPNU Sidoarjo Abidin, serta Ketua PC GP Ansor Kota Prabumulih Sahid S.

Dalam paparannya, Manajer BMT NU Sidoarjo, Rizki Ansanta, menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan menjadi pesaing bagi BMT NU.

Menurutnya, kedua lembaga justru memiliki peluang besar untuk bersinergi dalam memperluas akses pembiayaan, memperkuat pelaku usaha mikro, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Adanya KDKMP bukanlah pesaing bagi BMT NU, melainkan dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Rizki.

Ia menambahkan, kolaborasi antarlembaga ekonomi berbasis masyarakat akan menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kota Prabumulih, Sahid S., mengapresiasi sambutan hangat serta keterbukaan jajaran PCNU dan BMT NU Sidoarjo dalam berbagi pengalaman dan praktik terbaik pengelolaan lembaga keuangan syariah.

Menurut Sahid, BMT NU Sidoarjo menjadi contoh nyata keberhasilan organisasi kemasyarakatan dalam membangun kemandirian ekonomi umat melalui pengelolaan lembaga keuangan yang profesional, modern, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Keberadaan BMT NU menjadi contoh bahwa organisasi dapat berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus membangun organisasi yang mandiri sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada umat,” kata Sahid yang akrab disapa Gus Sahid.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama studi banding dapat menjadi referensi dalam pengembangan BMT di Kota Prabumulih sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, jajaran BMT NU Sidoarjo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah, atas dukungan yang selama ini diberikan terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis syariah.

Melalui kegiatan ini, PCNU Sidoarjo dan PC GP Ansor Kota Prabumulih berharap sinergi yang terjalin dapat terus diperkuat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat, meningkatkan kapasitas organisasi, serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan umat.(vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *