Bupati Muba Turun ke Muara Medak, Salurkan Sembako dan Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur Cegah Karhutla

berita kita new
4 Min Read

MUBA, beritakitanew.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman api, tetapi juga mencakup perlindungan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta keberlangsungan hidup masyarakat di wilayah terdampak.

Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Muba H M Toha Tohet, SH, saat mengunjungi Dusun 7, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Selasa (20/10/2026). Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati meninjau langsung penanganan karhutla sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat untuk mendengarkan aspirasi dan mengetahui kebutuhan warga di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Toha meninjau pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis di Posko Kesehatan Penanganan Karhutla. Pelayanan tersebut dilaksanakan oleh RSUD Bayung Lencir bersama UPT Puskesmas Bayung Lencir dan UPT Puskesmas Suka Jaya sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi wilayah yang terdampak karhutla.

Selain memastikan pelayanan kesehatan berjalan, Bupati Muba juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat Desa Muara Medak, termasuk warga Suku Anak Dalam. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi penanganan karhutla.

Toha mengatakan, kehadiran pemerintah daerah secara langsung di tengah masyarakat sangat penting untuk mengetahui kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat dipahami secara menyeluruh dan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Kami sengaja datang ke sini untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Apa yang terjadi di tengah masyarakat, terutama terkait karhutla, menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujar Toha.

Menurutnya, berbagai temuan dan aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan penanganan karhutla ke depan. Pemerintah tidak hanya berupaya mengatasi kebakaran yang terjadi, tetapi juga mencari solusi jangka panjang agar persoalan serupa dapat diminimalkan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan lahan tidur atau lahan yang belum dikelola secara produktif. Pemerintah Kabupaten Muba mendorong agar lahan-lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat sehingga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pencegahan karhutla.

“Lahan-lahan yang selama ini belum dimanfaatkan akan kita usahakan bersama Forkopimda untuk diusulkan menjadi lahan produktif bagi masyarakat. Harapannya, lahan tersebut bisa memberikan manfaat dan dikelola dengan baik, sehingga tidak terbengkalai serta dapat membantu mencegah potensi karhutla pada masa mendatang,” katanya.

Toha menambahkan, pemanfaatan lahan tidur perlu dilakukan melalui perencanaan yang matang serta memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena itu, pemerintah daerah akan mengkaji berbagai kemungkinan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar pemanfaatan lahan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek legalitas dan kelestarian lingkungan.

Ia juga menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi perhatian pemerintah daerah dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan serta kewenangan yang dimiliki. Langkah tersebut diharapkan dapat menghadirkan solusi yang berkelanjutan, baik dalam penanganan karhutla maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Muba untuk memastikan penanganan karhutla berjalan secara terpadu, dengan memperhatikan aspek lingkungan, kesehatan, sosial, dan ekonomi masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0401 Muba Letkol Inf Dimas Kurniawan, Kapolres Muba AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H., Asisten I Setda Muba H Ardiansyah, S.E., M.M., Ph.D., CMA, Kepala Pelaksana BPBD Muba Marko Susanto, S.STP., M.Si., sejumlah kepala perangkat daerah terkait, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Muara Medak. (Ril/vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *