Bekasi, beritakitanew.com – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu, bersama Wakil Komisaris Utama Fahri Hamzah, Direktur Operations I Nyoman Sugiri Yasa, dan Direktur Risk Management Setiyo Wibowo meresmikan fasilitas Loan Factory BTN di Bekasi pada Senin (13/4).
Peresmian fasilitas ini menandai langkah strategis BTN dalam mempercepat transformasi digital dan operasional, khususnya pada proses bisnis kredit. Loan Factory merupakan pusat pemrosesan kredit terintegrasi yang dirancang untuk menyederhanakan alur kerja, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat waktu layanan kepada nasabah.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan bahwa kehadiran Loan Factory menjadi bagian penting dari upaya perseroan dalam mengadopsi model bisnis berbasis proses (process-based).
Dengan sistem yang terpusat dan terstandarisasi, BTN dapat meningkatkan kapasitas penyaluran kredit secara signifikan tanpa mengorbankan kualitas.
“Melalui Loan Factory, kami ingin memastikan proses kredit menjadi lebih cepat, transparan, dan konsisten di seluruh jaringan BTN di Indonesia,” ujarnya.
Selain mempercepat layanan, fasilitas ini juga diharapkan mampu memperkuat manajemen risiko perusahaan. Dengan integrasi data dan proses yang lebih baik, BTN dapat memantau kualitas portofolio kredit secara real-time, sehingga potensi risiko dapat diidentifikasi dan ditangani lebih dini.
Wakil Komisaris Utama BTN Fahri Hamzah menambahkan bahwa inovasi ini menjadi bukti komitmen BTN dalam mendukung pertumbuhan sektor perumahan nasional, sekaligus memperkuat daya saing di industri perbankan yang semakin kompetitif.
Loan Factory BTN juga menjadi bagian dari transformasi besar yang tengah dijalankan perseroan untuk menjadi bank yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah. Ke depan, BTN menargetkan peningkatan produktivitas penyaluran kredit serta pelayanan yang lebih cepat dan andal di seluruh Indonesia.
Dengan hadirnya fasilitas ini, BTN optimistis dapat memperluas akses pembiayaan, khususnya di sektor perumahan, sekaligus menjaga kualitas kredit secara berkelanjutan. (Ril/BTN)

