Palembang Tertinggi Pengguna Narkoba di Sumsel, Ratu Dewa Turun Langsung Bentuk Kampung Bersinar

berita kita new
5 Min Read

Palembang, beritakitanew.com – Pemerintah Kota Palembang semakin serius memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., bahkan turun langsung menghadiri rapat koordinasi pembentukan Kampung Bersinar (Bersih Narkoba) yang digelar di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Rabu (5/11/2026).

Kehadiran Ratu Dewa secara mendadak dalam rapat yang sebelumnya dipimpin Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, tersebut menjadi penegasan bahwa pemberantasan narkoba merupakan salah satu persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh jajaran pemerintah daerah.

Ratu Dewa ingin memastikan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlibat langsung dalam upaya tersebut, bukan sekadar menyerahkan tanggung jawab kepada staf.

Terlebih, rapat tersebut membahas langkah strategis bersama jajaran kepolisian, termasuk arahan dari Kapolrestabes Palembang dan Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel terkait kondisi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Palembang.

Dalam rapat tersebut terungkap fakta memprihatinkan. Berdasarkan data yang disampaikan Polrestabes Palembang, Kota Palembang tercatat sebagai daerah dengan jumlah pengguna narkoba tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan. Sementara itu, Sumsel sendiri berada di posisi kedua sebagai provinsi dengan jumlah pengguna narkoba terbanyak di Indonesia.

Kondisi tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak untuk memperkuat langkah pencegahan, khususnya dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

Dalam arahannya, Ratu Dewa menegaskan bahwa pembentukan Kampung Bersinar tidak boleh hanya menjadi program seremonial atau sebatas pemasangan papan nama. Program tersebut harus diwujudkan melalui gerakan nyata dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh OPD hingga tingkat kelurahan.

“Saya minta semua OPD serius. Jangan ada yang berjalan sendiri-sendiri. Kampung Bersinar ini merupakan konsentrasi kita untuk mendukung BNN dalam memberantas narkoba. Kita harus bergerak bersama, dari hulu sampai hilir,” tegasnya.

Ia juga meminta setiap OPD mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya. Dinas Kesehatan diharapkan memperkuat edukasi bahaya narkoba serta layanan rehabilitasi. Dinas Pendidikan berperan melakukan pencegahan di lingkungan sekolah, sedangkan Dinas Sosial melakukan pembinaan terhadap kelompok masyarakat rentan.

Sementara itu, camat dan lurah diminta menjadi ujung tombak pelaksanaan program dengan melibatkan perangkat RT/RW serta masyarakat di lingkungan masing-masing.

Kampung Bersinar sendiri merupakan program Badan Narkotika Nasional (BNN) yang bertujuan menjadikan suatu kawasan atau kelurahan sebagai lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Konsep Bersinar tidak hanya menitikberatkan pada pemberantasan pengedar, tetapi juga membangun ketahanan masyarakat agar mampu melindungi lingkungannya dari ancaman narkoba.

Hal tersebut diwujudkan melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai jenis dan bahaya narkoba, pembentukan sistem pengawasan lingkungan, penyediaan kegiatan positif bagi generasi muda, hingga dukungan rehabilitasi bagi warga yang mengalami ketergantungan narkoba.

Menurut Ratu Dewa, Palembang sebagai kota besar dengan mobilitas penduduk yang tinggi memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi ancaman peredaran narkoba. Bahkan, peredarannya kini tidak hanya menyasar tempat hiburan malam, tetapi juga berpotensi masuk ke kawasan permukiman, lingkungan pendidikan, hingga memanfaatkan media sosial.

Karena itu, menurutnya, upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan aparat penegak hukum. Langkah pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan masyarakat.

“Kalau kampungnya sudah bersinar, pengedar tidak punya tempat. Anak-anak kita terlindungi. Inilah cara kita menyelamatkan generasi muda Palembang,” ujarnya.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkot Palembang menargetkan setiap kecamatan memiliki kawasan percontohan Kampung Bersinar yang benar-benar aktif menjalankan program pencegahan narkoba.

Seluruh OPD juga diminta segera menyusun rencana aksi, mulai dari pemetaan wilayah rawan narkoba, sosialisasi kepada masyarakat melalui RT/RW, hingga pembentukan relawan antinarkoba di tingkat kelurahan.

Dengan keterlibatan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat, Pemkot Palembang berharap Kampung Bersinar dapat menjadi gerakan bersama dalam memutus mata rantai peredaran narkoba sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.

Alternatif judul yang lebih menarik:

* Darurat Narkoba! Ratu Dewa Gerakkan Seluruh OPD, Palembang Siapkan Kampung Bersinar

* Palembang Masuk Zona Merah Narkoba, Ratu Dewa Perintahkan OPD Bergerak

* Bukan Sekadar Seremonial, Ratu Dewa Targetkan Kampung Bersinar di Setiap Kecamatan

* Selamatkan Generasi Muda, Ratu Dewa Turun Langsung Perangi Narkoba di Palembang

* Pengguna Narkoba Tertinggi di Sumsel, Palembang Perkuat Perang dari Kampung

Rekomendasi saya: Judul pertama paling kuat untuk berita online karena menggabungkan fakta yang memprihatinkan, tindakan kepala daerah, dan program konkret pemerintah.

Catatan redaksi: Sebaiknya pastikan kembali sumber dan periode data yang menyebut Palembang tertinggi di Sumsel serta Sumsel peringkat kedua nasional. Data tersebut merupakan klaim penting yang perlu atribusi jelas agar pemberitaan tetap akurat. (vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *