22 Anak Sumsel Ikuti Pembekalan Literasi di Jakarta dan Bogor, Dewi Sastrani Beri Pesan Khusus

berita kita new
5 Min Read

Palembang, beritakitanew.com –  Sebanyak 22 anak terpilih yang terdiri dari Duta Dongeng, Duta Pustaka, dan Sahabat Baca Anak Sumatera Selatan (Sumsel) resmi dilepas untuk mengikuti kegiatan pembekalan di Jakarta dan Bogor pada 3–8 November 2026.

Pelepasan dilakukan langsung oleh Bunda Literasi Kota Palembang yang juga Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, di Parameswara, Senin (2/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dewi memberikan restu sekaligus motivasi kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan, menambah ilmu, serta memperoleh pengalaman baru.

“Selamat mengikuti pembekalan. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman baru. Semoga nanti pulang membawa banyak pengetahuan yang bisa dibagikan kepada teman-teman dan anak-anak lainnya di Kota Palembang dan Sumsel pada umumnya,” pesan Dewi.

Ia berharap, keikutsertaan para peserta dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman berharga bagi diri mereka sendiri, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang menginspirasi anak-anak lainnya untuk mencintai buku, gemar membaca, serta melestarikan budaya mendongeng.

Sementara itu, Pembina Kelas Pendongeng Cilik sekaligus Ketua Kampung Dongeng Sumatera Selatan menjelaskan, 22 anak yang diberangkatkan merupakan peserta terpilih melalui serangkaian kegiatan pengenalan dan seleksi Duta Dongeng, Duta Pustaka, serta Sahabat Baca Anak Sumsel.

Menurutnya, proses seleksi tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel. Sebelum ditetapkan sebagai peserta, para calon finalis juga telah mengikuti sejumlah kegiatan pembinaan, mulai dari bengkel buku hingga kunjungan ke perpustakaan.

“Untuk kegiatan ini, kita sudah melaksanakan seleksi bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel. Sebelumnya, para calon finalis juga mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari bengkel buku hingga kunjungan perpustakaan. Jadi, mereka tidak hanya mengikuti seleksi, tetapi juga mendapatkan pembinaan dan pengenalan tentang dunia literasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan atau mencari anak-anak berprestasi, melainkan menjadi wadah pembinaan untuk mencetak generasi muda yang mampu menjadi edukator sebaya dan menyebarluaskan pengetahuan kepada lingkungan sekitarnya.

“Di Sumatera Selatan, kegiatan ini bukan hanya tentang lomba. Kita ingin anak-anak yang terpilih ini menjadi pencerah bagi teman-teman sebayanya. Mereka diharapkan bisa menjadi edukator sekaligus role model dalam mengajak anak-anak lain untuk gemar membaca dan mencintai literasi,” jelasnya.

Selama enam hari, mulai 3 hingga 8 November 2026, para peserta akan mengikuti berbagai agenda pembekalan di Jakarta dan Bogor. Sejumlah kegiatan edukatif telah disiapkan, termasuk kunjungan ke museum dan Kampung Dongeng di Jakarta.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan dapat memperoleh pengalaman secara langsung, mengenal lebih dekat lingkungan literasi, serta mengembangkan kreativitas dan kemampuan dalam mendongeng.

“Melalui pembekalan ini, kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman dan wawasan yang lebih luas. Mereka bisa belajar langsung, mengenal lingkungan literasi, serta mengembangkan kemampuan mendongeng. Harapannya, apa yang mereka dapatkan bisa diterapkan ketika kembali ke Sumatera Selatan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa potensi anak-anak Sumsel dalam bidang mendongeng cukup besar. Bahkan, sejumlah anak telah berhasil menorehkan prestasi dalam kompetisi mendongeng tingkat nasional.

Untuk itu, ia berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota dapat terus bersinergi mendukung pengembangan kegiatan literasi anak.

Menurutnya, potensi dan bakat anak-anak perlu mendapatkan perhatian melalui pembinaan berkelanjutan, ruang berekspresi, serta kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mereka.

“Kami berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota bisa menjadi mitra yang bersinergi dalam mendukung kegiatan ini. Anak-anak memiliki potensi yang harus dibina. Karena itu, mereka membutuhkan ruang, kesempatan, dan dukungan agar bakatnya bisa terus berkembang,” ungkapnya.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Bunda Literasi Kota Palembang yang telah memberikan restu dan motivasi kepada 22 peserta sebelum keberangkatan.

“Dukungan Bunda Literasi Kota Palembang tentu menjadi penyemangat bagi anak-anak. Pesan beliau juga sangat berarti, agar anak-anak membawa pulang ilmu dan pengalaman, kemudian membagikannya kepada lingkungan sekitar.

Jadi, manfaat kegiatan ini tidak berhenti pada 22 anak saja, tetapi bisa dirasakan lebih luas oleh anak-anak di Sumatera Selatan,” tutupnya.

Melalui pembekalan ini, diharapkan 22 anak terpilih tersebut dapat menjadi generasi penggerak literasi yang mampu menularkan semangat membaca, menulis, dan mendongeng kepada anak-anak lainnya, sekaligus berkontribusi dalam membangun budaya literasi di Sumatera Selatan. (vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *