Bupati Askolani Mulai Aktivasi 496 Hektare Lahan Tidur, Banyuasin Bidik Lumbung Pangan Nomor Satu

berita kita new
3 Min Read

Banyuasin, beritakitanew.com –  Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus mengoptimalkan potensi pertanian daerah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengejar posisi sebagai lumbung pangan nomor satu di Indonesia.

Upaya tersebut ditandai dengan penaburan benih padi perdana yang dipimpin langsung Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H., di Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung, Kamis (10/9/2026).

Penaburan benih tersebut menjadi awal aktivasi enam hektare lahan tidur dari total target 496 hektare lahan yang akan diproduktifkan. Optimalisasi lahan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya para petani.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi Banyuasin untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap produksi pangan nasional.

Banyuasin sebelumnya tercatat sebagai daerah dengan peningkatan produksi beras nasional tertinggi sepanjang 2025. Pada akhir 2025, Banyuasin juga disebut menjadi penghasil gabah terbesar di Sumatera dan menempati posisi kedua secara nasional dengan produksi mencapai 1.176.108 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Dengan capaian tersebut, pemerintah daerah menilai masih terdapat peluang besar untuk meningkatkan produksi melalui optimalisasi lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Banyuasin adalah tulang punggung swasembada pangan di Sumatera Selatan sekaligus penopang utama ketahanan pangan nasional. Mengubah 496 hektar lahan tidur menjadi lahan produktif adalah langkah cerdas dan progresif. Kami sangat mendukung inisiatif ini. Dengan tren positif sejak 2025, saya sangat yakin Banyuasin memiliki kapasitas penuh untuk segera melesat menjadi penghasil beras nomor satu di Indonesia,” ungkap Dr. Suharyanto.

Selain penaburan benih, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan dialog interaktif antara Bupati Banyuasin dan para penyuluh pertanian.

Dalam dialog tersebut, Askolani mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi penyuluh dan petani di lapangan, mulai dari dinamika dalam pendampingan hingga kebutuhan operasional serta sarana dan prasarana pertanian.

Dialog tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kebijakan pemerintah daerah benar-benar selaras dengan kebutuhan di lapangan. Masukan dari para penyuluh diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan untuk mempercepat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif.

Bupati Askolani menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan membutuhkan sinergi seluruh pihak. Pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, dan masyarakat harus bergerak bersama agar setiap potensi lahan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dengan aktivasi lahan tidur seluas 496 hektare tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuasin optimistis produksi pertanian daerah dapat terus meningkat dan semakin memperkuat peran Banyuasin sebagai salah satu sentra pangan strategis di Indonesia. (vie)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *