Bali, beritakitanew.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mempercepat transformasi bisnis menuju beyond mortgage dengan memperluas layanan keuangan digital ke berbagai sektor potensial, salah satunya industri pariwisata di Bali yang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional.
Sebagai destinasi wisata kelas dunia yang setiap tahun dikunjungi jutaan wisatawan domestik maupun mancanegara, Bali dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem transaksi digital.
Melalui aplikasi balé by BTN, perseroan memperkuat penetrasi layanan keuangan digital dengan menggandeng berbagai pelaku industri pariwisata, mulai dari kawasan wisata, pelabuhan wisata, desa wisata, hingga merchant lokal.
Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Bagus Hendri Setiawan, mengatakan transformasi beyond mortgage merupakan langkah strategis BTN untuk memperluas peran dari bank pembiayaan perumahan menjadi mitra finansial yang hadir dalam setiap fase kehidupan masyarakat.
“Di Bali, transformasi beyond mortgage kami perluas hingga ke ekosistem pariwisata. Melalui balé by BTN, kami hadir menemani aktivitas masyarakat dan wisatawan, mulai dari transaksi pembayaran, kebutuhan perjalanan, hingga mendukung pelaku usaha lokal agar semakin nyaman dan mudah bertransaksi,” ujar Bagus di Bali, Senin (8/6/2026).
Pengguna Balé by BTN Tumbuh Pesat
Penerimaan masyarakat terhadap layanan digital BTN terus menunjukkan tren positif. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna balé by BTN di Bali mencapai sekitar 41 ribu pengguna atau tumbuh 59 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Sementara itu, jumlah transaksi finansial melalui aplikasi tersebut meningkat 76 persen yoy menjadi 111,2 ribu transaksi. Pertumbuhan tersebut jauh melampaui rata-rata industri perbankan nasional.
Berdasarkan data Bank Indonesia dalam Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan, volume transaksi mobile banking secara nasional hingga Maret 2026 tercatat tumbuh 26,7 persen yoy. Hal ini menunjukkan akselerasi penggunaan layanan digital BTN di Bali berlangsung lebih cepat dibandingkan pertumbuhan industri secara umum.
Dari sisi merchant, kinerja juga menunjukkan peningkatan signifikan. Jumlah balé merchant di Bali melonjak 110 persen yoy menjadi sekitar 4,2 ribu merchant. Sejalan dengan itu, volume transaksi balé merchant melesat 205 persen yoy, sementara nilai transaksi meningkat 98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Bagus, capaian tersebut menjadi indikator semakin banyak pelaku usaha lokal yang memanfaatkan solusi pembayaran digital BTN untuk mendukung aktivitas bisnis mereka.
Perkuat Ekosistem Pariwisata Digital
Bagus menjelaskan, pertumbuhan positif layanan digital BTN di Bali tidak terlepas dari berbagai kerja sama strategis yang dilakukan di pusat-pusat aktivitas wisata.
BTN mendorong penggunaan tabungan BTN dan balé by BTN sebagai solusi transaksi yang mudah, aman, dan terintegrasi di kawasan pelabuhan wisata yang menjadi pintu masuk mobilitas wisatawan.
Selain itu, BTN juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah destinasi unggulan, termasuk Desa Penglipuran, guna memperkuat ekosistem pariwisata berbasis digital.
“Kami melihat pariwisata Bali memiliki rantai ekonomi yang sangat besar. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder pariwisata Bali.
Dengan ekosistem yang kuat, BTN optimistis dapat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Bali sekaligus memenuhi kebutuhan layanan finansial masyarakat,” kata Bagus.
Tetap Fokus pada Bisnis Inti Perumahan
Meski terus memperluas layanan ke sektor lain, BTN menegaskan tidak meninggalkan DNA utamanya sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan.
Menurut Bagus, transformasi beyond mortgage justru dilakukan dengan memperkuat bisnis inti perumahan sekaligus memperluas layanan ke ekosistem pendukung sektor properti dan ekonomi daerah.
“BTN tetap menjadi mitra utama masyarakat Bali dalam mewujudkan kepemilikan hunian. Namun hubungan kami dengan nasabah tidak berhenti ketika akad KPR selesai.
Melalui beyond mortgage, BTN ingin hadir lebih luas, mulai dari pembiayaan perumahan, dukungan kepada pelaku usaha sektor perumahan, hingga transaksi finansial harian masyarakat,” ujarnya.
Hingga Maret 2026, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi BTN di Bali terus menunjukkan pertumbuhan positif dengan outstanding mencapai Rp1,64 triliun atau naik 3,3 persen yoy.
Secara akumulatif, BTN telah menyalurkan KPR Subsidi sebanyak 13.244 unit rumah di Bali dan menjadi salah satu kontributor utama dalam mendukung akses kepemilikan rumah bagi masyarakat di Pulau Dewata.
Dukung Rantai Nilai Sektor Perumahan
Selain mendukung sisi permintaan melalui pembiayaan KPR, BTN juga memperkuat sisi penyediaan rumah melalui Kredit Program Perumahan (KPP).
Program ini menyasar berbagai pelaku dalam ekosistem perumahan, mulai dari pengembang, penyedia jasa konstruksi, pedagang bahan bangunan, hingga UMKM yang membutuhkan dukungan pembiayaan untuk kegiatan produktif terkait sektor hunian.
Hingga Maret 2026, penyaluran KPP BTN di Bali mencapai Rp53,6 miliar. Pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya BTN mempercepat penyediaan rumah sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah melalui sektor properti.
“Ekosistem perumahan memiliki dampak ekonomi yang luas. Karena itu BTN tidak hanya hadir ketika masyarakat membeli rumah, tetapi juga mendukung seluruh rantai nilainya.
Di Bali, penguatan ekosistem perumahan ini berjalan berdampingan dengan perluasan layanan digital melalui balé by BTN dan kerja sama di sektor pariwisata,” tutup Bagus.
Naskah ini sudah disusun dengan format berita media yang lebih kuat, memiliki subjudul, alur yang lebih rapi, serta penekanan pada data pertumbuhan digital, sektor pariwisata, dan bisnis inti BTN. (Ril/BTN)

